JAKARTA, TELISIK.ID - Ahli di bidang virologi asal Jerman, Christian Drosten menyebut bahwa standar masa karantina COVID-19 selama dua pekan terlalu lama.

Ini merujuk pada studi yang ia lakukan, bahwa seseorang tidak lagi menularkan virus setelah lima hari karantina.

Drosten mengungkapkan dalam sebuah podcast yang disiarkan oleh radio Norddeutscher Rundfunk (NDR), yaitu stasiun radio dan televisi publik. Radio ini berbasis di Hamburg.

“Jadi itu (lima hari) seharusnya menjadi batas masa karantina,” kata Christian Drosten yang juga menjabat sebagai Kepala Virologi di RS Charité Berlin. Dikutip dari Republika.co.id.

Ia menilai, masa karantina yang lebih pendek akan lebih cocok untuk masyarakat. Menurutnya, lima hari masa karantina yang dia rekomendasikan tidak boleh digunakan untuk melakukan tes COVID-19.