adplus-dvertising

Akibat Pandemi, Penjualan Hewan Kurban Menurun

Marwan Azis, telisik indonesia
Kamis, 15 Juli 2021
1863 dilihat
Akibat Pandemi, Penjualan Hewan Kurban Menurun
Hewan kurban. Foto: Ist.

" Tahun ini penjualan hewan kurban sapi dan kambing mengalami kemerosotan yang cukup signifikan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami penurunan penjualan hewan kurban di tahun 2021 akibat pandemi dan penerapan PPKM Darurat.

"Saya mendapat laporan dari beberapa kelompok peternak, terutama kelompok ternak kambing dan sapi yang tersebar di Indonesia, semua kompak menyatakan bahwa tahun ini penjualan hewan kurban sapi dan kambing mengalami kemerosotan yang cukup signifikan," kata Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin dalam keterangan persnya yang diterima Telisik.id di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Dikatakan, meski PPKM Darurat keadaan yang sangat terpaksa demi mengendalikan penyebaran virus varian delta yang sangat menular dan berbahaya, namun hal tersebut menimbulkan keprihatinan terhadap kejadian ini karena upaya penyiapan hewan kurban telah dilakukan sejak 11 bulan lalu.


Ia meminta kepada pemerintah agar pasca Idul Adha, ada program pendampingan untuk semakin mengembangkan ternak sapi dan kambing.

Cadangan Daging

Dengan tidak terserapnya hewan kurban berupa sapi dan kambing atau domba, cadangan hewan ternak ini masih banyak di lapangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di hari-hari berikutnya.

Politisi PKS ini berharap ketika pendampingan kepada para kelompok ternak di seluruh Indonesia ini berjalan dengan baik, pemenuhan kebutuhan daging yang selama ini kerap kali berpolemik akibat daging impor dapat teratasi di masa mendatang.

"Kita ini tidak pernah berhasil dalam mengelola kebutuhan daging secara nasional. Padahal kebutuhan tersentralisasi di kota besar terutama Jabotabek, Medan, Bandung dan Surabaya. Segala macam program seperti penyelamatan sapi betina produktif, sensus sapi rakyat, penyilangan bibit unggul dan lain sebagainya, tetap ada waktu-waktu tertentu daging mahal, impor pun jadi masalah," ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Bakal Terima 50 Juta Dosis Vaksin COVID-19 dari Pfizer

Baca Juga: Ketua DPR-RI Tegaskan Vaksin Gotong Royong Tidak Boleh Pakai Dana APBN

Akmal menuturkan, ketika hewan ternak tidak banyak yang terserap, akan terjadi banyak konsekuensi bagi para peternak. Pertama pendapatan mereka menurun drastis. Kedua, ketersediaan hewan cukup melimpah. Sehingga para peternak ini perlu didampingi baik sisi modal maupun pemasarannya di kemudian hari.

"Idul Adha tahun ini meskipun terjadi penurunan jumlah, saya berharap tidak mengurangi kualitasnya. Dengan tetap berjalannya protokol kesehatan yang sangat ketat, memang menjadikan suasana kurban berbeda dari tahun-tahun sebelum pandemi. Semoga para peternak tetap semangat untuk mengembangkan peternakan sapi dan kambingnya, dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri pasca Iedul Adha dapat dilakukan tanpa melakukan importasi," tandasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga