Akses Kredit UMKM Terus Diperluas Dongkrak Pertumbuhan Usaha
Erni Yanti, telisik indonesia
Selasa, 28 Juli 2026
0 dilihat
Pelaku UMKM melayani transaksi dengan pembeli di salah satu stan pameran produk lokal. Foto: okocenews.com
" Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong pertumbuhan usaha serta memperkuat perekonomian nasional "


JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong pertumbuhan usaha serta memperkuat perekonomian nasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyaluran kredit UMKM hingga mencapai target pertumbuhan 7–9 persen pada 2026.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, hingga Mei 2026 nilai kredit UMKM mencapai Rp 1.509,5 triliun atau tumbuh 0,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan April 2026 yang hanya tumbuh 0,2 persen, meski masih berada di bawah target yang ditetapkan OJK.
Baca Juga: Purbaya Lelang Rp 10 Triliun Surat Utang Syariah, Imbalan Capai 6,875 Persen
Dilansir dari AFU.ID, Selasa (28/7/2026), segmen usaha menengah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 1,8 persen menjadi Rp 334,8 triliun.
Sementara itu, kredit usaha mikro tumbuh 1 persen menjadi Rp 755,1 triliun, sedangkan kredit usaha kecil masih mengalami kontraksi 1 persen menjadi Rp 419,6 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan keyakinannya bahwa target pertumbuhan kredit UMKM masih dapat dicapai hingga akhir tahun.
Optimisme tersebut didukung oleh membaiknya kepercayaan konsumen, prospek pertumbuhan ekonomi nasional, serta berbagai kebijakan yang memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Baca Juga: Kemenag Buka Pendaftaran Rekrutmen PPPK 2026, Begini Penjelasan Resminya
Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai skema kredit lainnya.
Hingga akhir Juni 2026, penyaluran KUR telah mencapai Rp 147,7 triliun atau sekitar 50,83 persen dari target tahunan, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tetap terjaga di level 2,39 persen.
Melalui sinergi pemerintah, OJK, dan industri perbankan, akses kredit diharapkan semakin mudah dijangkau pelaku UMKM.
Dengan dukungan pembiayaan yang lebih luas, sektor UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. (C)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS