Rekam Jejak La Ode M Nasir, Ketua Pengurus Wilayah ADPIKI Sultra Periode 2026-2031

Laode Muh. Faisal, telisik indonesia
Selasa, 28 Juli 2026
0 dilihat
Rekam Jejak La Ode M Nasir, Ketua Pengurus Wilayah ADPIKI Sultra Periode 2026-2031
La Ode M. Nasir, S.Ag., M.I.Kom, Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Periode 2026-2031. Foto: Laode Muh. Faisal/Telisik

" La Ode M. Nasir, S.Ag., M.I.Kom, resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026-2031, Selasa 28/7/2026) "

KENDARI, TELISIK.ID - La Ode M. Nasir, S.Ag., M.I.Kom, resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026-2031, Selasa 28/7/2026).

Pelantikan Nasir beserta jajaran Pengurus Wilayah ADPIKI Sultra berlangsung di Ruang Teleconference Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum ADPIKI, Dr. Heri Budianto, M.Si.

Rekam Jejak La Ode M Nasir

Pria kelahiran Buton, 27 Agustus 1975, ini dikenal luas sebagai akademisi, jurnalis senior, sekaligus pengusaha media yang memiliki andil besar dalam membentuk lanskap informasi di wilayah Sultra. Nasir memiliki rekam jejak yang panjang di industri media, riset opini publik, hingga dinamika politik lokal.

Nasir menghabiskan masa mudanya untuk menuntut ilmu di Jawa Timur. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah atas di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo.

Setelah itu, ia kembali ke Sultra dan meraih gelar Sarjana Agama (S.Ag.) dari IAIN Sultan Qaimuddin Kendari pada tahun 2000. Kemudian, ia melanjutkan studi di Universitas Mercu Buana, Jakarta, yang berhasil meraih gelar Magister (S2) Komunikasi Politik pada tahun 2016.

Baca Juga: UMW Kendari Akselerasi Kurikulum Berbasis OBE dan Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Sebagai akademisi, Nasir mendedikasikan ilmunya dengan mengajar sebagai Dosen Mata Kuliah Jurnalistik di IAIN Kendari (2002–2015). Saat ini, ia tercatat sebagai Dosen Tetap Ilmu Komunikasi di Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (Unusra) sejak tahun 2017.

Selaim panggung akademis, dunia pers adalah panggung utama bagi Nasir. Karir jurnalistiknya merentang panjang, mulai dari menjadi Redaktur Harian Kendari Ekspres (1999–2005), Kontributor Majalah Forum Keadilan Jakarta, hingga Pemimpin Redaksi Tabloid Harian Sultra Pos pada tahun 2007. Ia juga pernah bertugas sebagai Reporter ANTV wilayah Sultra selama satu dekade (2005–2015).

Tidak puas hanya menjadi jurnalis lapangan, Nasir melakukan lompatan besar menjadi pelaku bisnis media siber. Ia merupakan pendiri sekaligus Direktur Utama media detiksultra.com (2017–2019).

Sukses dengan komitmen tersebut, ia kemudian mendirikan dan memimpin portal berita telisik.id dari tahun 2019 hingga saat ini.

Dedikasinya di dunia pers terlegitimasi kuat lewat amanah yang diembannya sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2020–2025.

Selain aktif di meja redaksi, Nasir memiliki reputasi panjang di bidang riset politik, pemilu, dan pemantauan publik. Kiprahnya dimulai sejak menjadi relawan pemantau pemilu pada tahun 1999.

Keahlian strategisnya kemudian dipercaya oleh berbagai lembaga survei nasional terkemuka seperti Cirus Surveyors Group, Cyrus Network, Indopol Survey, hingga Politika Research & Consulting (PRC) untuk memimpin berbagai agenda quick count, exit poll, dan survei persepsi publik di wilayah Sulawesi.

Di ranah pemerintahan regional, ketajaman analisis komunikasinya membuat Nasir dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Tim Pakar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra sejak tahun 2010 hingga sekarang.

Ia juga kerap dilibatkan dalam urusan krusial pemilu, termasuk menjadi Tim Seleksi penyelenggara ad-hoc (Panwas/Bawaslu) di berbagai kabupaten/kota di Sultra.

Satu hal yang membedakan Nasir dari kebanyakan jurnalis adalah produktivitasnya dalam mendokumentasikan literasi pembangunan daerah. Hingga pertengahan 2025, ia telah menyunting dan menulis sebanyak 47 judul buku.

Karya-karyanya mayoritas memotret profil kepemimpinan daerah, biografi tokoh Sultra, rekam jejak parlemen, hingga potensi pariwisata lokal seperti buku 20 Destinasi Wisata Unggulan Sultra (2025).

Kemampuan kepemimpinannya juga ditempa melalui berbagai organisasi lintas sektor. Tercatat, ia pernah memimpin Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari (2005–2007), aktif sebagai Pengurus KAHMI Sultra, Wakil Ketua KNPI Sultra, Wakil Ketua Pemuda Pancasila Sultra, hingga jajaran kepengurusan LTN-NU Sulawesi Tenggara.

Melalui kombinasi peran sebagai akademisi, jurnalis, periset, dan penulis buku, Nasir terus membuktikan diri sebagai salah satu intelektual organik yang konsisten mengawal arus informasi dan demokrasi di Sultra.

Baca Juga: Sulawesi Tenggara Perkuat Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan Lewat Harmonisasi Kebijakan Pesisir

Saat ini, Nasir dipercaya untuk menahkodai Pengurus Wilayah ADPIKI Sultra Periode 2026-2031 dan mengemban tugas untuk memimpin dosen dan peneliti ilmu komunikasi yang kompeten dan unggul untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi di Sultra.

Usai dilantik, Nasir menyatakan komitmennya dalam mengembangkan ADPIKI Sultra sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan kemajuan bangsa.

Di bawah kepemimpinannya, Natsir berkomitmen, ADPIKI Sultra akan memperkuat peran dosen dan peneliti ilmu komunikasi dalam kegiatan penelitian, penulisan, hingga penerbitan.

"Jadi peran ini yang akan kita perkuat ke depan," ucap Nasir.

Sementara Ketua Umum ADPIKI, Heri Budianto, mengatakan sejak resmi dideklarasikan secara nasional di IPB International Convention Center (ICC) Bogor pada 7 Mei 2026, Sultra merupakan daerah pertama yang membentuk pengurus wilayah.

"Momentum pelantikan ini adalah awal untuk memajukan ilmu komunikasi, mempekuat peran akademisi, serta meningkatkan kontribusi dosen dan peneliti ilmu komunikasi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Heri. (C)

Penulis: Laode Muh. Faisal

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga