Awal Puasa 2026 Tak Sama, Berikut Penjelasan Resmi Kemenag

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 13 Januari 2026
0 dilihat
Awal Puasa 2026 Tak Sama, Berikut Penjelasan Resmi Kemenag
Petugas mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali. Foto: Repro Kompas.

" Kementerian Agama mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti keputusan resmi pemerintah "

JAKARTA, TELISIK.ID - Perbedaan potensi awal Ramadhan 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah kembali mencuat, Kementerian Agama mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti keputusan resmi pemerintah.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyampaikan penjelasan resmi terkait potensi perbedaan penetapan awal puasa Ramadhan 2026. Pemerintah menilai perbedaan tersebut merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam kehidupan keagamaan di Indonesia dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, mengatakan bahwa perbedaan awal puasa antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk Muhammadiyah, sangat mungkin kembali terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berulang kali dialami masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun.

“Sangat dimungkinkan terjadinya perbedaan dalam mengawali puasa. Saya kira di Indonesia hal ini sudah biasa terjadi. Jadi tidak perlu dipersoalkan lagi. Namun, kami tetap mengimbau agar publik dapat mengikuti keputusan pemerintah,” ujar Thobib, seperti dikutip dari Kompas, Selasa (13/1/2026).

Thobib menjelaskan, pemerintah memiliki mekanisme resmi dalam menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat. Sidang tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, hingga instansi terkait, guna memastikan keputusan diambil secara transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Hitung Mundur Puasa Ramadan 2026, Cek Penetapan Jadwal Resminya

Berdasarkan kalender Hijriah yang disusun pemerintah bersama sejumlah organisasi Islam, awal Ramadhan 1447 Hijriah tercantum jatuh pada 19 Februari 2026. Meski demikian, tanggal tersebut belum bersifat final karena masih menunggu hasil pemantauan hilal dan keputusan sidang isbat.

“Pemerintah tetap menunggu pelaksanaan isbat awal Ramadhan 1447 H yang akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026,” kata Thobib.

Di sisi lain, Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat resmi terkait penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan, Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026.

Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H dan Idul Fitri 2026, Berikut Tanggalnya

Menanggapi adanya perbedaan tersebut, Thobib menegaskan bahwa yang terpenting adalah menjaga persatuan dan keharmonisan sosial. Ia mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan penetapan awal puasa sebagai sumber perpecahan di tengah kehidupan berbangsa.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah wathaniyah, agar perbedaan pandangan tetap disikapi secara dewasa dan saling menghormati.

Kementerian Agama berharap masyarakat dapat menyambut Ramadhan 2026 dengan sikap tenang, toleran, serta menghargai perbedaan yang ada, sembari menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga