adplus-dvertising

Banjir Rendam Dua Kecamatan di Pohuwato Gorontalo, 644 Rumah Warga Terdampak

Marwan Azis, telisik indonesia
Sabtu, 17 Juli 2021
625 dilihat
Banjir Rendam Dua Kecamatan di Pohuwato Gorontalo,  644 Rumah Warga Terdampak
Evakuasi seorang lansia di tengah kepungan banjir di salah satu wilayah di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Foto: Ist.

" Hujan mengguyur secara terus menerus selama dua hari di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, menyebabkan dua kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir sejak Kamis. "

GORONTALO, TELISIK.ID - Hujan mengguyur secara terus menerus selama dua hari di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, menyebabkan dua kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir sejak Kamis (15/7/2021).

Dua kecamatan terdampak banjir tersebut adalah Kecamatan Dengilo, yakni Desa Pepaya, Padengo, Karangetan, dan Hutamoputih.

Kemudian Kecamatan Paguat, yakni Desa Bumbulan, Sipayo, Molamahu, Kelurahan Pentadu, dan Siduan dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi mulai dari 30 cm hingga satu meter.


Hal tersebut disampaikan Abdul Muhari, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Sabtu pagi ini (17/7/2021).

Diungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), terdapat sebanyak 2.355 jiwa terdampak atau sebanyak 644 Kepala Keluarga (KK), dengan 37 KK di antaranya telah mengungsi ke tempat pengungsian, sementara sebagian warga lain memilih bertahan di rumah masing-masing.

Kerugian materil akibat banjir ini sebanyak 644 unit rumah warga terdampak, irigasi induk di Desa Padengo jebol, tanggul Desa Bumbulan dan Sipayo jebol, dua jembatan rusak berat, area perkebunan terendam, dua fasilitas pendidikan dan lima fasilitas ibadah terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato sejak banjir terjadi terus melakukan pendataan dan proses evakuasi korban di lokasi terdampak bencana.

Selain itu, petugas juga telah membuka dapur umum yang berlokasi di halaman kantor Desa Pepaya. Bantuan berupa tikar, selimut, nasi bungkus sebanyak 1.213 bungkus, family kit serta paket kebersihan telah didistribusikan.

Baca juga: Pemkab Kolut Izinkan Salat Idul Adha di Masjid dan Lapangan dengan 3 Syarat

Baca juga: Warga Buton Diizinkan Salat Idul Adha di Tempat Terbuka

"Penyedotan air dengan menggunakan pompa air juga terus dilakukan di beberapa titik banjir," ujarnya.

Ia menuturkan, BPBD Kabupaten Pohuwato bersama Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman serta pemerintah kecamatan dan desa melakukan pendampingan saat Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato melakukan pemantauan di lokasi terdampak banjir.

Menyikapi bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato sedang memproses status Tanggap Darurat (TD) selama 14 hari yakni 15 Juli hingga 28 Juli 2021 mendatang.

Laporan terkini di lokasi kejadian, cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terjadi, sehingga beberapa wilayah masih terendam banjir.

Warga juga secara mandiri membersihkan rumahnya masing-masing dari sisa banjir dan lumpur. Sementara pengungsi masih bertahan di kantor Koramil dan Masjid Pendatu.

Menurut kajian analisis InaRISK, wilayah Kabupaten Pohuwato memiliki risiko bencana banjir sedang hingga tinggi dengan luas risiko 17.383 hektar atau sekitar 13 kecamatan terpapar.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD setempat guna upaya penanggulangan bencana pasca banjir.

"Warga diimbau untuk waspada terhadap ancaman banjir susulan maupun potensi adanya penyakit pasca banjir," pungkasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga