adplus-dvertising

Beberapa Rumah di Kolut Terancam Ambruk Gegara Banjir

Muh. Risal H, telisik indonesia
Selasa, 30 November 2021
711 dilihat
Beberapa Rumah di Kolut Terancam Ambruk Gegara Banjir
Kondisi beberapa rumah saat ini yang terancam ambruk akibat hantaman banjir. Foto: Muh. Risal H/Telisik

" Akhir-akhir ini curah hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Tidak terkecuali di Kelurahan Lapai, Kecamatan Ngapa "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID -  Akhir-akhir ini curah hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Tidak terkecuali di Kelurahan Lapai, Kecamatan Ngapa.

Akibatnya, beberapa rumah warga yang terletak di bantaran Sungai Lapai,  Kelurahan Lapai, terancam ambruk gegara terkikis banjir yang terjadi Senin (29/11/2021) kemarin.

Jefri, salah seorang warga yang rumahnya berada di bantaran sungai mengungkapkan, intensitas hujan yang cukup tinggi pada malam hari sejak beberapa hari ini menyebabkan terjadinya banjir.


"Malam Senin kemarin, banjir kembali terjadi mengakibatkan runtuhnya tanah di sisi sungai dan kami hanya bisa pasrah melihat kondisi rumah kami yang semakin hari semakin memprihatinkan," terangnya, Selasa (30/11/2021).

Warga setempat pun, lanjutnya, harus rela begadang semalaman memantau kondisi debit air sungai ketika hujan turun pada malam hari.

Baca Juga: Warga Kecamatan Molawe Desak Reklamasi Eks Lahan 11 IUP di Konut

"Kalau hujan tiba, kami mulai khawatir. Tidur pun tidak nyenyak, bahkan kami harus begadang semalaman memantau kondisi air sungai," ucapnya.

Mereka juga semakin was-was ketika hujan tiap hari terjadi dan menyebabkan banjir, maka rumah mereka akan ambruk tergerus aliran sungai.

Sementara itu, Lurah Lapai, Muh. Sanusi, S.Pd menjelaskan, pihaknya bersama Pemerintah Kecamatan Ngapa telah meninjau lokasi pemukiman warga yang terancam ambruk.

"Kemarin kami sudah tinjau dan berupaya menghilangkan material yang menyebabkan arus sungai memantul ke pemukiman warga sehingga aliran sungainya sedikit berkurang," jelasnya.  

Namun, intensitas curah hujan yang cukup tinggi kemarin malam menyebabkan banjir susulan hingga kembali terjadi pengikisan.

"Untuk masalah tersebut, saya sudah sampaikan ke Pak Camat, bahkan kami bersama-sama meninjau langsung dan menurut informasi Pemerintah Kecamatan telah menyampaikan ke Pemerintah Daerah," tuturnya.

Baca Juga: Gerindra dan ASR Gelar Revolusi Putih di Kecamatan Konda Konawe Selatan

Selanjutnya, kata Sanusi, mereka tinggal menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Daerah karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk pengerjaan secara manual.

"Kami butuh alat berat untuk melakukan upaya perbaikan, kalau manual mustahil aliran sungai tersebut menjauh dari pemukiman warga," bebernya.

Saat ini, lanjutnya, jarak antara pemukiman warga dengan air hanya dua meter sehingga dibutuhkan upaya tanggap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami tidak tahu pasti berapa rumah yang terdampak jika tidak cepat diatasi, yang pasti banyak termasuk satu buah masjid. Saat ini, sudah satu rumah yang ambruk akibat hantaman banjir," urainya.

Meski demikian, warga setempat belum mengungsi dan kami tetap imbau agar mereka waspada ketika terjadi hujan deras pada malam hari.

"Memang warga di sekitar bantaran sungai selalu begadang ketikan hujan deras," pungkasnya. (B)

Reporter: Muh. Risal H

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga