KENDARI, TELISIK.ID - Sutarni (40) sedang menunggu pembeli durian dagangannya di Jalan Z.A. Sugianto, sekitaran jembatan triping, Kota Kendari. Durian yang dia jual bukanlah miliknya. Dia hanya diupah dari tenaganya menjual durian milik keluarganya.
Dia mulai berjualan sejak tahun 2012 hingga saat ini. Dengan sabar dia menekuni pekerjaannya sebagai penjual durian meski bukan usaha miliknya. Setiap hari ia menjajakan durian yang diambilnya dari Kecamatan Basulutu, Kabupaten Konawe.
Katanya, musim durian biasanya memuncak pada bulan Oktober. Hanya di saat-saat tertentu saja dagangannya ramai pembeli. Dan akan sepi ketika bukan musim durian.
Sutarni hanya digaji oleh salah seorang keluarganya untuk menjaga dagangan durian setiap hari selama 24 jam. Dia bergantian dengan suaminya ketika waktunya beristrahat.
Mereka mendirikan gubuk kecil untuk tempat tinggal di tempat penjualan durian. Kadang harus kesulitan menampung air dan segala keperluan milik mereka.
