adplus-dvertising

Perjuangan Seorang Ibu, Hidupi Anak dari Jualan Tisu dan Air Mineral

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Rabu, 29 Juni 2022
468 dilihat
Perjuangan Seorang Ibu, Hidupi Anak dari Jualan Tisu dan Air Mineral
Sria mencoba menawarkan dagangannya pada pengendara mobil di perempatan PLN Wua-Wua Kota Kendari. Foto: Nur Khumairah/Telisik

" Sria (40) yang ditinggal wafat oleh sang suami harus menjual tisu dan air mineral kemasan demi menghidupi kehidupan keluarga "

KENDARI, TELISIK.ID - Hidup adalah tentang perjalanan suka dan duka. Sebagian orang mungkin beruntung hidup dengan keadaan ekonomi yang mapan dan serba kecukupan.

Namun sebagian lainnya diberikan hati dan fisik yang kuat dalam menghadapi kerasnya perjalanan hidup yang harus mereka hadapi.

Hal inilah yang dialami oleh Sria (40) yang ditinggal wafat oleh sang suami. Warga Baruga ini terpaksa menjual tisu dan air mineral kemasan demi menghidupi kehidupan keluarga.


Awalnya ia adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus segala keperluan rumah tangga, ia sendiri dibiayai oleh sang suami ketika masih hidup.

Namun hal itu berubah ketika suaminya wafat. Ia harus banting tulang demi menghidupi dirinya, anak serta cucunya. Sehari-hari ia menjajakan dagangannya di sekitar lampu lalu lintas perempatan PLN Wua-Wua.

"Di sini, di lampu merah saja saya menjual," tuturnya, Rabu (29/6/2022).

Di bawah terik matahari, ia hanya menggunakan topi sebagai penutup kepalanya di siang hari. Terlihat sesekali ia menawarkan dagangannya pada beberapa pengendara motor dan mobil di saat berhenti.

Baca Juga: Kondisi Ekonomi Tak Mendukung, Ibu Ini Terpaksa Pisah dari Anaknya

Meski beberapa pengendara motor dan mobil cuek dengan dagangannya, tak menyurutkannya untuk menelusuri pengendara lainnya yang berada di barisan belakang.

Terkadang ketika lelah menyertai, ia hanya bisa beristirahat di pinggir trotoar sekaligus menunggu lampu merah hingga menawari kembali dagangannya pada pengendara yang berhenti.

Karena sering terpapar sinar matahari saat berjualan, kulit Sria menjadi kering dan keriput. Ia mengatakan, sudah biasa menjalani kehidupan seperti ini sejak 4 tahun yang lalu.

Ketika sudah sangat lelah, ia tak akan memaksakan diri, karena ia adalah tulang punggung keluarga yang memaksanya harus selalu sehat.

"Kalau capek, ya pulang. Tidak bisa paksakan diri, nanti sakit," tambahnya.

Ia hanya bisa berjualan tisu dengan keuntungan Rp 8.000 ribu per bungkus, sedangkan 1 botol air mineral hanya beberapa ribu saja per botolnya.

"Ini saya jualkan barangnya orang, palingan untungnya kalau tisu tidak terlalu banyak, itupun biasanya sehari-hari paling banyak laku hingga 5 buah," tuturnya.

Saat menawarkan dagangannya, terlihat ia juga menyimpan barang dagangannya di tengah pembatas jalan, memudahkan ia untuk mengambil ketika seseorang membeli dagangannya lebih dari satu.

Baca Juga: Ditinggal Wafat Suami, Janda Ini Bertahan Hidup dari Buruh Cuci

Saat Telisik.id mewawancarinya, nampak masih banyak tisu dan air mineral yang ia jual, 3 kantong besar tisu dan 1 dos air mineral.

"Saya berjualan tidak sampai malam, palingan siang atau sore," tutupnya.

Walaupun menjadi ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya, ia berharap bisa selalu sehat sehingga bisa mencari nafkah untuk anak-anaknya. Ia tak berharap banyak, ia hanya ingin tiap hari dagangannya laris manis sehingga bisa memiliki uang untuk dibawa pulang sekedar dipakai makan bersama anak dan cucunya.

Belajarlah bersyukur seperti apapun hidupmu, karena di saat kau sulit, masih ada seseorang yang hidupnya jauh lebih sulit dari kehidupan yang kau hadapi. (A)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga