BKKBN Sulawesi Tenggara Optimalkan Cegah Stunting dari Hulu ke Hilir

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Kamis, 25 Mei 2023
0 dilihat
BKKBN Sulawesi Tenggara Optimalkan Cegah Stunting dari Hulu ke Hilir
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar. Foto: Dok. BKKBN Sulawesi Tenggara

" Melalui program yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, BKKBN Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk mencegah stunting dari hulu ke hilir "

KENDARI, TELISIK.ID - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, terus mengintensifkan langkah-langkah dalam upaya pencegahan stunting yang komprehensif di seluruh daerah Bumi Anoa.

Melalui program yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, BKKBN Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk mencegah stunting dari hulu ke hilir. Dalam upaya ini, pihak BKKBN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, dan berbagai lembaga terkait lainnya.

Langkah-langkah yang dilakukan mencakup peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, perawatan kehamilan yang baik, pemberian ASI eksklusif, dan pendidikan tentang pola makan yang sehat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar kepada Telisik.id belum lama ini. Menurutnya, penanganan stunting ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi membutuhkan waktu lama dan peran banyak pihak terkait.

Dimana kata dia, pencegahan stunting dilakukan sejak remaja dengan memperhatikan asupan makanan sehingg saat akan menikah, remaja tersebut memiliki gizi dan badan yang sehat.

Baca Juga: Cegah Stunting Sejak Awal Kehamilan

Kemudian tambah Asmar, saat masa kehamilan, si ibu harus memperhatikan juga asupan gizi seimbang dan terus memperhatikan hemoglobin (HB). Sebab, jika kekurangan HB atau anemia pada ibu hamil, dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya stunting pada anak.

Anemia pada ibu hamil terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darahnya rendah, yang dapat mengganggu pasokan oksigen dan nutrisi yang diperlukan oleh janin dalam kandungan.

BKKBN Sulawesi Tenggara menggelar Forum Koordinasi dan Evaluasi Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting. Foto: Dok. BKKBN Sulawesi Tenggara

 

Anemia pada ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan perkembangan otaknya. Jika janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama masa kehamilan, maka dapat berisiko mengalami pertumbuhan terhambat dan stunting setelah dilahirkan.

“Setelah anak lahir, juga harus diberikan ASI ekslusif untuk menjaga pertumbuhan anak agar baik. Lalu memberikan asupan makanan tambahan yang mengandung protein hewani,” kata Asmar.

Baca Juga: Cegah Stunting dengan Menjaga 1.000 HPK

Sebelumnya, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo meminta kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk fokus kepada pasangan keluarga muda.

Sebab, kata dia, pasangan keluarga muda berpotensi besar melahirkan bayi-bayi berisiko stunting.

“Harus dilakukan pengecekan kepada calon pengantin. Kadar HB dan lingkar lengan calon pengantin perempuan perlu dicek,” kata Dokter Hasto saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kendari. (B-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga