BPR Bahteramas Kendari Kirim Tim IT Dalami Regulasi OJK di Yogyakarta
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Sabtu, 14 Februari 2026
0 dilihat
BPR Bahteramas Kendari mengikuti pelatihan TI di Yogyakarta. Foto: Ist.
" Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas Kendari (Perseroda) mengikuti workshop implementasi regulasi OJK tentang penyelenggaraan teknologi informasi BPR/BPRS pada 12–13 Februari 2026 di Yogyakarta sebagai langkah memperkuat tata kelola TI yang aman dan akuntabel "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas Kendari (Perseroda) mengikuti workshop implementasi regulasi OJK tentang penyelenggaraan teknologi informasi BPR/BPRS pada 12–13 Februari 2026 di Yogyakarta sebagai langkah memperkuat tata kelola TI yang aman dan akuntabel.
Workshop Implementasi POJK No. 34 Tahun 2025 dan PADK No. 43/PADK.03/2025 tersebut membahas standar penerapan sistem TI, manajemen risiko digital, serta penguatan fungsi pengawasan dan pengendalian internal berbasis teknologi di lingkungan BPR/BPRS.
Kegiatan ini diikuti unsur manajemen dan tim teknis agar penerapan regulasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi langsung diterjemahkan dalam sistem operasional bank.
Baca Juga: Viral Link Mahasiswi KKN 13 Menit Dikaitkan dengan Adegan Teh Pucuk, Begini Penjelasannya
Dari BPR Bahteramas Kendari, peserta yang hadir yakni Tim IT Doli Indra Haerudin dan Mahmud Subaena. Keterlibatan tim teknis dinilai krusial untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan prosedur internal sesuai ketentuan terbaru regulator.
Direktur Utama BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih, mengatakan penguatan tata kelola TI menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya penggunaan sistem digital di sektor perbankan.
Baca Juga: Wujudkan Muna Barat Liwu Mokesa, Camat Wadaga Cetus Gerakan Jumat Bersih
“Regulasi baru ini menjadi panduan penting bagi BPR untuk membangun sistem teknologi informasi yang lebih andal, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Kami ingin memastikan kesiapan internal, baik dari sisi SDM maupun sistem,” ujarnya.
Menurutnya, hasil workshop akan ditindaklanjuti melalui penyesuaian prosedur dan penguatan pengamanan sistem.
Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga kepercayaan nasabah serta meminimalkan risiko digital dalam layanan perbankan. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS