MALI, TELISIK.ID - Kasus dukun pengganda uang Slamet Tohari (45) tengah menjadi sorotan publik. Diketahui, ia telah melakukan pembunuhan terhadap 11 korbannya di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Mengutip Kompas.com, modus penggandaan uang yang dilakukan Slamet diduga sudah berlangsung sejak lama. Pelaku lalu menghabisi nyawa korbannya saat meminta kembali uangnya. Aksi kejahatan Slamet terungkap setelah salah satu korbannya sempat mengirim pesan kepada keluarganya sebelum dibunuh pelaku.

Sebelum Slamet, kasus penipuan, pembunuhan, dan pengganda uang oleh dukun sudah sering kali terjadi di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan ada yang menggunakan trik sulap hingga menggunakan racun untuk melakukan ritual dalam pengganda uang tersebut.

Namun, kabar viral dari Slamet bukanlah ihwal kesuksesannya menggandakan uang, melainkan karena dia membunuh seorang tamu yang datang kepadanya. Cerita bermula saat tamu tersebut menemui Slamet dan mengutarakan keinginannya untuk memiliki uang banyak.

Singkat cerita, tamu tersebut protes karena uang tak kunjung berlipat ganda. Alhasil, karena kesal, Slamet akhirnya membunuh tamu tersebut dan menguburnya tanpa jejak. Meski begitu, kasus seperti ini tak hanya terjadi di Indonesia. Di Mali, Afrika Barat, juga pernah terjadi hal sama.