Gadis Perawan di Daerah Ini Diharuskan Bercinta dengan 20 Pria Sebelum Menikah

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 28 Januari 2024
0 dilihat
Gadis Perawan di Daerah Ini Diharuskan Bercinta dengan 20 Pria Sebelum Menikah
Suku di Pengunungan Himalaya, wanita berhubungan intim dengan 20 pria yang berbeda sebelum menikah. Foto: Repro Istokphoto

" Sebelum menikah, gadis-gadis perawan di suku ini diharapkan untuk menjalin hubungan intim dengan 20 pria berbeda "

HIMALAYA, TELISIK.ID - Di Pegunungan Himalaya, tersembunyi tradisi pernikahan unik yang membuat banyak orang tercengang. Sebelum menikah, gadis-gadis perawan di suku ini diharapkan untuk menjalin hubungan intim dengan 20 pria berbeda.

Tradisi ini berkembang karena keyakinan bahwa gadis yang masih perawan dianggap tidak menguntungkan bagi keluarga suaminya. Meskipun terdengar aneh, bagi mereka, menjalani hubungan intim sebelum menikah adalah langkah yang lumrah.

Melansir Jurnalsoerang.com, dituliskan bahwa suku Himalaya, yang berada di barisan Pegunungan Asia, memiliki pandangan unik terkait pernikahan. Bagi mereka, gadis yang masih perawan dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai tradisional mereka.

Suku Himalaya, dengan kebiasaan budaya dan kondisi kehidupan yang sangat berbeda dari dunia luar, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Meskipun beberapa mungkin merasa terkejut dengan tradisi ini, suku ini percaya bahwa pengalaman hubungan intim sebelum menikah adalah suatu keharusan.

Baca Juga: Nyotaimori, Tradisi Unik Makan Sushi di Atas Tubuh Wanita Tanpa Busana

Baca Juga: Bintang Porno Angela White Jadi Dosen, Bikin Mahasiswa Antusias dengan Mata Kuliah Ini

Mengutip sumber dari viva.co.id, para gadis yang ingin menikah di suku Himalaya diharapkan untuk menjalani hubungan badan dengan 20 pria sebelum akhirnya menentukan pasangan hidup mereka. Tujuan utama dari tradisi ini adalah memberikan pengalaman bagi wanita agar dapat melayani suami dengan baik setelah menikah.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pemilihan pasangan hidup tidak sepenuhnya berada di tangan gadis-gadis ini. Pengantin pria memiliki hak untuk memilih pasangan hidup mereka, dan seringkali gadis yang telah dipilih oleh orangtua pengantin pria harus menerima tanpa penolakan, bahkan jika perasaannya tidak sejalan.

Tradisi ini bukanlah tentang mencari cinta, tetapi lebih kepada mempertahankan ras dan meyakini bahwa menikahi seorang gadis yang sudah memiliki pengalaman hubungan intim lebih baik daripada menikahi seorang gadis perawan. Bagi mereka, keperawanan dianggap sebagai sesuatu yang bisa membawa sial dan nasib buruk bagi keluarga. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Haerani Hambali

 

*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga