Canggih, Helm Ini Bisa Deteksi jika Seseorang Sedang Nonton Konten Dewasa

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Minggu, 17 Juli 2022
0 dilihat
Canggih, Helm Ini Bisa Deteksi jika Seseorang Sedang Nonton Konten Dewasa
Konten dewasa menjadi tanyangan yang harus dihindari saat mengakses internet atau media sosial. Foto: Repro gettyimages.com

" Baru-baru ini China menciptakan sebuah teknologi berupa helm yang mampu mendeteksi orang ketika melihat konten dewasa "

JAKARTA, TELISIK.ID - Salah satu negara yang memiliki kecanggihan teknologi adalah China. Bahkan negara ini menjadi negara yang sering mengeluarkan alat dengan basis teknologi yang canggih.

Berbagai alat teknologi pun sudah berhasil diciptakan oleh negara tirai bambu ini. Salah satu yang dibuat oleh China adalah helm berbasis teknologi.

Melansir Suara.com, baru-baru ini China menciptakan sebuah teknologi berupa helm yang mampu mendeteksi orang ketika melihat konten dewasa.

Helm ini merupakan pengembangan dari kabar sebelumnya, di mana para peneliti dari China tengah menggarap sebuah program AI untuk membaca pikiran.

Melansir laman Hackaday, dikembangkannya teknologi tersebut bertujuan untuk menghindari adanya penduduk yang menikmati konten dewasa. 

Baca Juga: 7 Culture Shock serta Pengalaman Warga Indonesia Tinggal di Korea

Mengingat di negeri Tiongkok, hal-hal yang berbau konten dewasa seperti menonton, mengedarkan dan memproduksi termasuk tindakan ilegal dan juga memiliki sanksi yang berat.

Karenanya, untuk meningkatkan efektifitas penyensoran konten dewasa, para peneliti dari Universitas Jiaotong menciptakan sebuah alat unik. 

Di mana alat berbentuk seperi helm tersebut nantinya akan ditenagai oleh program AI dan apabila dipakai di kepala pengguna, mampu mengirim sinyal akan konten dewasa yang sedang dilihat.

Baca Juga: Ivana Trump, Mantan Istri Eks Presiden AS Donald Trump Meninggal Dunia

Pengujian alat dilakukan melalui penelitian dengan 15 orang pria berusia 20 hingga 25 tahun. 

Kemudian masing-masing pria diperlihatkan sejumlah gambar dengan konten eksplisit. Hasil penelitian dapat dikatakan cukup sukses dengan rata-rata keberhasilan 80%. 

Namun demikian, kabarnya masih ada beberapa kesalalahan deteksi pada alat sehingga perlu pengembangan lebih lanjut. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga