Cara Dinsos Sultra Entaskan Kemiskinan Ekstrem Lewat Workshop Laika Meambo
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Senin, 15 Juni 2026
0 dilihat
Kepala Dinas Sosial Sultra, Parinringi, saat memberikan materi di workshop Laika Meambo. Foto: Ist.
" Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menginisiasi langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Bumi Anoa "

KENDARI, TELISIK.ID - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menginisiasi langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Bumi Anoa.
Melalui program inovatif bertajuk Workshop Laika Meambo (Rumah Sejahtera), sebanyak 11 warga dari keluarga miskin kategori Desil 1-5 kini digembleng keterampilan kerja agar mampu mandiri secara ekonomi.
Langkah strategis ini sengaja didesain ramah pasar kerja. Dinsos Sultra tidak berjalan sendiri, melainkan menggandeng Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Sultra serta Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sultra, Parinringi, menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga: Demo Mahasiswa Unsultra di DPRD Sultra Berujung Ricuh, Desak Perubahan Polri dan TNI
Belasan peserta pilihan tersebut tidak sekadar diberi bantuan stimulan, melainkan dibekali keahlian praktis jangka panjang.
"Sebanyak 11 peserta yang berasal dari keluarga miskin kategori Desil 1-5 ikut ambil bagian dalam pelatihan keterampilan ini. Kita harapkan program ini memberikan dampak langsung bagi kemandirian mereka," ujar Parinringi, Senin (15/6/2026).
Selama program berjalan, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif yang terbagi ke dalam tiga bidang keahlian utama, yakni menjahit, mengelas, dan pengoperasian komputer.
Ketiga sektor ini dipilih karena memiliki angka serapan pasar kerja yang tinggi serta potensi besar untuk membuka usaha mandiri.
Program Laika Meambo ini menerapkan konsep perubahan sosial yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pendekatan tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga menyentuh sisi humanis dan spiritual.
Alur pembinaan dimulai dari penguatan berbasis komunitas di lingkungan masjid dan instrumen Laika Meambo.
Baca Juga: BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sultra Libatkan 2.600 Petugas Pendata
Setelah pondasi mental dan sosialnya kuat, peserta diarahkan untuk mempertajam keahlian kompetensi di BLK Kendari hingga benar-benar masuk ke fase siap kerja.
Muara akhir dari ekosistem pelatihan ini adalah terjadinya transformasi struktural. Pemerintah daerah menargetkan para alumni workshop mampu mengubah taraf hidupnya, keluar dari zona kemiskinan ekstrem menuju tatanan hidup yang sejahtera.
Parinringi menambahkan, dimensi jangka panjang program ini linier dengan arah kebijakan strategis pemerintah daerah saat ini. Kontinuitas dan hasil nyata di lapangan menjadi target utama kelembagaan.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta perubahan sosial yang positif serta meningkatnya kesempatan kerja dan kesejahteraan peserta. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Gubernur Sulawesi Tenggara dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius," pungkas Parinringi. (D)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS