China Ciptakan "Payung" Satelit Canggih demi Jegal Dominasi Starlink
Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026
0 dilihat
China siap menjegal dominasi Starlink dengan menghadirkan payung satelit yang canggih. Foto: Repro Kompas
" Perusahaan antariksa swasta China, GalaxySpace, mengumumkan terobosan teknologi baru berupa antena satelit berbentuk payung lipat raksasa "

BEIJING, TELISIK.ID - Perusahaan antariksa swasta China, GalaxySpace, mengumumkan terobosan teknologi baru berupa antena satelit berbentuk payung lipat raksasa.
Inovasi ini disebut-sebut sebagai langkah strategis Beijing untuk memperkuat kapasitas internet satelitnya dan menantang dominasi Starlink milik SpaceX yang dipimpin Elon Musk.
Pada Senin (18/5/2026), GalaxySpace memperkenalkan large deployable umbrella antenna pertama yang dikembangkan oleh perusahaan swasta China untuk satelit Low Earth Orbit (LEO).
Antena ini dapat dilipat saat peluncuran dan "mekar" menjadi payung besar di orbit, mengatasi keterbatasan ruang muat roket sekaligus meningkatkan kemampuan transmisi sinyal secara signifikan.
Baca Juga: Unik: Sapi Albino Mirip Donald Trump Bikin Geger Jelang Idul Adha
Menurut pernyataan resmi GalaxySpace, teknologi payung ini mampu meningkatkan kapasitas internet satelit hingga berkali-kali lipat dibandingkan antena konvensional, dilansir dari inikata.co.id, Sabtu (23/5/2026).
Inovasi ini juga diperkirakan akan mempercepat pengembangan layanan direct-to-cell (komunikasi langsung ke ponsel) di wilayah terpencil.
Strategi Lawan Starlink
Langkah ini bukan sekadar inovasi teknis biasa. Banyak analis melihatnya sebagai bagian dari upaya China membangun konstelasi satelit sendiri untuk menyaingi Starlink.
China saat ini mengembangkan proyek besar seperti Guowang dan Qianfan yang direncanakan meluncurkan puluhan ribu satelit LEO.
Dominasi Starlink yang kini memiliki ribuan satelit aktif dianggap sebagai ancaman strategis oleh Beijing, terutama setelah penggunaannya dalam konflik Ukraina yang menunjukkan potensi militer jaringan satelit komersial.
Dengan "payung" satelit baru ini, China berharap bisa meningkatkan cakupan, kecepatan, dan ketahanan jaringannya sendiri, dilansir dari cnbc.com, Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Ditutup 70 Hari, Cadangan Minyak Global Terkuras 1 Miliar Barel
Para pengamat internasional menilai pengembangan ini sebagai babak baru perlombaan luar angkasa di era mega-konstelasi.
Sementara Starlink saat ini unggul dalam jumlah satelit dan cakupan global, China dengan dukungan pemerintahnya mampu mengerahkan sumber daya besar untuk mengejar ketertinggalan dengan cepat.
Namun, tantangan tetap ada, mulai dari kemacetan orbit Bumi rendah hingga isu keberlanjutan antariksa. Beberapa ahli juga memperingatkan potensi peningkatan ketegangan geopolitik di luar angkasa akibat persaingan ketat ini.
Pengembangan antena payung GalaxySpace ini diharapkan segera diuji coba dalam peluncuran satelit berikutnya. Jika berhasil, teknologi ini bisa menjadi senjata utama China dalam merebut pangsa pasar internet satelit global yang bernilai miliaran dolar. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS