KENDARI, TELISIK.ID - Sesilia (39), warga Jalan Tungga, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari yang rumahnya menjadi sasaran utama banjir lumpur ketika hujan deras turun.
Berjarak 5 meter dari pinggir kali, halaman rumah Sesilia kini diselimuti tanah bawahan banjir yang kian meninggi. Sesilia mengaku, fondasi rumah yang dibangunnya pada 2020 lalu itu setinggi 1 meter, namun saat ini yang tampak di permukaan tersisa 20 Cm.
"Pekarangan rumahku ini dulu tidak setinggi ini tanahnya. Fondasiku dulu tingginya satu meter. Karena sering banjir yang bawa pasir dengan tanah, tertinggal di sini. Ini tambah hari tambah naik tingginya," terang Sesilia saat ditemui di rumahnya, Selasa (29/4/2025).
Sebagian dinding rumahnya telah retak dihantam derasnya luapan arus banjir. Mulut kali yang sempit dan dangkal tidak mampu menampung besarnya debit air yang lewat.
Ia menduga, tanah-tanah basah yang memenuhi pekarangan rumahnya itu merupakan dampak dari pembangunan perumahan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
