adplus-dvertising

Di Kabupaten Manggarai, Dua SD dan Dua Madrasah Adakan US Online

Berto Davids, telisik indonesia
Jumat, 13 Mei 2022
396 dilihat
Di Kabupaten Manggarai, Dua SD dan Dua Madrasah Adakan US Online
MIN 1 Manggarai menyelenggarakan US secara online. Foto: Berto Davids/Telisik

" Dua sekolah ini telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dengan baik sehingga ujiannya bisa dilakukan secara online "

MANGGARAI, TELISIK.ID - Data yang diperoleh Telisik.id hingga Jumat (13/5/2022), hanya dua Sekolah Dasar (SD) dan dua Madrasah di Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang mengadakan ujian sekolah (US) secara online.

Dua SD ini berada di luar kota, yakni di Kecamatan Wae Rii dan Kecamatan Satar Mese, sedangkan dua Madrasah berada di Kecamatan Reok.

Empat sekolah itu, yakni SDI Mendo, SDI Kaca, MIN 1 Manggarai dan MIN 2 Manggarai.


Tetapi menurut Kadis Pendidikan Manggarai, Frans Gero, sampai saat ini baru dua SD saja yang sudah melapor resmi ke Dinas, yakni SDI Mendo dan SDI Kaca, sedangkan MIN 1 Manggarai dan MIN 2 Manggarai belum ada laporan secara teknis.

"Informasi yang masuk ke kami hanya dua SD, sedangkan Madrasah belum. Memang sebutan untuk lembaga tersebut sama, karena tingkatnya sekolah dasar," kata Frans Gero.

Menurut dia, tahun ini tetap menggunakan dua pilihan, yakni menggunakan model kertas dan pensil dan model handphone android atau laptop/komputer. Setiap SD bebas menentukan model ujian yang diinginkan.

Baca Juga: Universitas Halu Oleo Kembali Gelar Wisuda Offline dalam Jumlah Besar

“Yang menyelenggarakan ujian secara online tingkat SD tidak banyak. Data yang ada di Dinas menunjukkan bahwa, hanya ada dua SD sedangkan Madrasahnya belum," katanya lagi.

Dua sekolah ini, kata dia, telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dengan baik sehingga ujiannya bisa dilakukan secara online.

Menurutnya, sesuai informasi dan perkembangan pelaksanaan di lapangan, ujian online SD ini berjalan lancar dan aman. Memang ada kendala berkaitan dengan listrik maupun signal, tetapi kendala itu bisa diatasi sehingga ujian bisa dilakukan secara baik.

Pelaksanaan ujian secara online, demikian Frans Gero, memang tidak dipaksakan ke sekolah-sekolah. Semuanya bergantung pada kesiapan sekolah itu sendiri dalam menyiapkan sarana dan fasilitas juga kemampuan sumber daya para siswa.

Harapannya, tahun-tahun berikut makin banyak sekolah yang melakukan ujian berbasis teknologi digital.

Sementara itu Wakil Bupati Heri Ngabut mengatakan, pekerjaan yang dilakukan guru selama enam tahun bisa diketahui hasilnya dalam ujian. Karena itu, apapun model dalam pengerjaan ujian, hasilnya itu yang menentukan.

“Ujian ini tentu menentukan baik atau tidak sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya. Apresiasi untuk sekolah yang US-nya memanfaatkan modal teknologi digital,” katanya.

Sebelumnya, MIN 1 Manggarai pun ikut menyelenggarakan ujian sekolah secara online.

Menariknya, ujian sekolah yang diselenggarakan oleh MIN 1 Manggarai rupanya berbasis Computer Based Test (CBT).

Semua siswa yang mengikuti ujian itu menggunakan internet android, laptop dan gawai.

Secara umum memang ada yang berbeda dari tingkatan SD, di mana pelaksanaan ujian sekolahnya masih berbasis paper. Artinya, siswa mengerjakan dan menjawab soal yang tercetak di kertas.

Tetapi Madrasah tingkatan SD yang satu ini menjadi pembeda dari sekolah lain seperti SDI Mendo dan SDI Kaca mereka mengerjakan soal ujian mengikuti perkembangan teknologi dengan memanfaatkan dunia digital.

Ketua panitia pelaksana, Samsudin, menjelaskan bahwa ujian ini diselenggarakan setelah masuk libur. Hal itu sudah sesuai dengan penetapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai.

"Alhamdulilah hari ini kita sudah masuk sekolah sekaligus langsung menyelenggarakan ujian akhir berbasis CBT," terang Samsudin.

Metode-metode yang digunakan dalam ujian akhir sekolah berbasis CBT itu, yakni semua siswa menggunakan perangkat android seperti laptop dan gawai.

"Alhamdullilah untuk pertama kalinya MIN 1 Manggarai berani menyelenggarakan ujian berbasis CBT," kata dia.

Ia pun menjelaskan, ujian berbasis CBT itu diikuti oleh 57 siswa dengan rincian laki-laki 28 orang dan perempuan 29 orang.

Baca Juga: Alami Peningkatan, Dana BOS Tahun Ini Capai Rp 47 Miliar

Dari 57 siswa itu, tidak semua menggunakan perangkat laptop tetapi ada juga yang menggunakan gawai dan masing-masing telah dibagi sesuai persediaan.

"Yang pakai laptop ada 20 orang, sedangkan yang pakai gawai ada 37 orang. Semua sudah terbagi pada masing-masing ruangan," ujarnya.

Untuk hari pertama ujian tersebut pun berjalan lancar. Alhamdullilah tidak ada gangguan jaringan.

Sebelumnya, pihak MIN 1 Manggarai sudah melakukan simulasi kepada siswa yang akan melaksanakan ujian berbasis CBT. Simulasi itu dilakukan sampai 3 kali. Alhamdulilah setelah menggelar simulasi mereka pun mengerjakannya dengan baik.

Ujian itu pun dilaksanakan selama 6 hari dari Senin (9/5/2022) hingga Sabtu (14/5/2022) masing-masing dibagi dua mata pelajaran yang diuji setiap harinya. (A)

Reporter: Berto Davids

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga