adplus-dvertising

Dibombardir Rusia, Presiden Ukraina: Ini Genosida

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Senin, 28 Februari 2022
539 dilihat
Dibombardir Rusia, Presiden Ukraina: Ini Genosida
Penampakan apartemen yang rusak. Foto: Repro REUTERS

" Dewan Keamanan PBB didesak oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menghapus hak veto Rusia "

JAKARTA, TELISIK.ID - Dewan Keamanan PBB didesak oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menghapus hak veto Rusia.

Melansir Suara.com - jaringan Telisik.id, desakan tersebut disampaikan Volodymyr Zelenskiy pada Minggu (27/2/2022). Dimana Presiden Ukraina ini menyebut tindakan Rusia mendekati "genosida".

"Ini merupakan teror. Mereka akan lebih mengebom kota-kota Ukraina kami, mereka akan lebih membunuh anak-anak kami secara halus. Ini adalah kejahatan yang telah mendatangi tanah kami dan harus dihancurkan," kata Zelenskiy dalam pesan video singkat sebagaimana dikutip Antara dari Reuters.


"Tindakan kriminal Rusia terhadap Ukraina menunjukkan tanda-tanda genosida," tambah dia.

Sementara itu, badan bantuan PBB melaporkan bahwa sedikitnya 64 warga sipil tewas dan lebih dari 160.000 lainnya mengungsi setelah pasukan Rusia menyerbu Ukraina pekan ini.

"Hingga 26 Februari pukul 17.00 waktu setempat OHCHR (Kantor PBB untuk HAM) mengumumkan bahwa sedikitnya 240 warga sipil menjadi korban, termasuk setidaknya 64 orang tewas," demikian laporan Kantor Koordinasi untuk Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).

OCHA menambahkan bahwa jumlah korban yang sebenarnya kemungkinan "jauh lebih banyak."

Baca Juga: Viral: Ayah di Ukraina Menangis saat Minta Izin ke Anaknya untuk Pergi Berperang

Kerusakan pada infrastruktur sipil menyebabkan ratusan ribu orang tidak mendapatkan aliran listrik atau air.

Ratusan rumah rusak atau hancur, sementara jembatan-jembatan dan jalanan dihantam oleh tembakan mortir yang menyebabkan sejumlah komunitas tidak dapat mengakses pasar.

Laporan itu mengutip badan pengungsi PBB yang mengatakan lebih dari 160.000 mengungsi ke wilayah lain di dalam negeri dan lebih dari 116.000 orang terpaksa menyelamatkan diri ke negara-negara tetangga.

"Badan-badan PBB dan mitra kemanusiaan untuk sementara terpaksa tidak beroperasi lantaran situasi keamanan yang semakin parah," kata OCHA.

Baca Juga: Korut dan China Pasang Kuda-Kuda di Belakang Rusia, Tuduh Amerika Penyebab Krisis Ukraina

"PBB dan mitranya mempertahankan kehadiran mereka di seluruh negeri dan tetap berkomitmen untuk bertahan di lapangan serta merespons keperluan kemanusiaan yang terus bertambah dan risiko perlindungan begitu situasinya memungkinkan."

Sementara itu dilansir dari Sindonews.com, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta warga dunia dari berbagai negara untuk menjadi sukarelawan asing dalam perang melawan Rusia.

"Ini akan menjadi bukti kunci dukungan Anda untuk negara kami," kata Zelensky dalam sebuah pernyataan. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga