Dikbud Sultra Optimalkan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Melalui Aksi Nyata Guru

Febry Jahra Lestiani, telisik indonesia
Selasa, 28 November 2023
0 dilihat
Dikbud Sultra Optimalkan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Melalui Aksi Nyata Guru
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara mengoptimalkan penerapan kurikulum Merdeka Belajar melalui aksi nyata. Foto: Febry Jahra Lestiani/Telisik

" Platform Merdeka Mengajar (PMM) menjadi pintu masuk adopsi teknologi digital sektor pendidikan. Platform tersebut merupakan upaya transformasi pendidikan berbasis digital di Indonesia, sebagai teman penggerak bagi guru dalam mengajar, belajar, dan berkarya "

KENDARI, TELISIK.ID - Platform Merdeka Mengajar (PMM) menjadi pintu masuk adopsi teknologi digital sektor pendidikan. Platform tersebut merupakan upaya transformasi pendidikan berbasis digital di Indonesia, sebagai teman penggerak bagi guru dalam mengajar, belajar, dan berkarya.

Di Sulawesi Tenggara sendiri, semua guru termasuk di dalamnya guru SMA, telah diwajibkan untuk membuat aksi nyata yang diupload melalui PMM. Sehingga para guru dapat memahami dan berlatih secara mandiri dengan mentor online.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Yusmin, mengoptimalkan penerapan kurikulum Merdeka Belajar melalui aksi nyata guru dan siswa. Dikbud Sulawesi Tenggara memperoleh peringkat 5 aktifasi akun ID platform Merdeka Belajar guru SMA se-Indonesia.

Baca Juga: Dikbud dan FKO Sulawesi Tenggara Peringati Hari Pahlawan di TMP Kota Kendari

“Kali pertama menjabat Kepala Dinas Dikbud Sultra, saya berusaha melakukan banyak pembenahan. Mengingat penerapan merdeka belajar belum cukup optimal pelaksanaannya,” jelasnya.

Dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM), guru lebih dimudahkan untuk mendapatkan fasilitas pelatihan secara online dengan materi yang lebih beragam. Foto: Ist.

 

Melihat kondisi itu, Yusmin bergerak cepat dalam peningkatan kualitas pendidikan. Aktivitas merdeka belajar di Sulawesi Tenggara terus dioptimalkan. Karena merdeka belajar fokus para implementasi guru merdeka, pemanfaatan platform merdeka belajar, sehingga kualitas dan keaktifan guru dan siswa secara langsung bisa terpantau melalui platform itu.

Meski masih banyak yang merasa kebingungan menggunakan aplikasi tersebut pada smartphone, namun fitur yang tersedia sangat jelas dan banyak pilihan topik pelatihan mandiri, sehingga guru dapat memilih aksi nyata yang akan dibuat.cPlatform ini juga sudah menyediakan video penjelasan dari mentor nasional, modul pembelajaran, serta soal post test.

Kantor Dikbud Sulawesi Tenggara. Foto: Dok Telisik

 

Menurut Yusmin, sukses atau tidak suksesnya implementasi kurikulum merdeka belajar, dapat dilihat dari persentase guru aktif di platform merdeka belajar yang dinilai sebagai bentuk aksi. Upaya itu dilakukan agar para guru membarui pengetahuan dan mentransformasi diri dalam kurikulum merdeka belajar.

Baca Juga: Dikbud Sulawesi Tenggara gelar Evaluasi Program Kerja 2023

Berdasarkan kurikulum.simpkb.id, platform merdeka mengajar mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik. Fitur lainnya adalah Berkarya, dimana fitur ini adalah memberikan “Bukti Karya Saya” yang merupakan best praktis dari hasil implementasi pembelajaran terutama terkait best praktis pembelajaran pada kurikulum merdeka, guru dan tenaga kependidikan dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi, sehingga guru dapat maju bersama.

Syamsul, salah seorang guru mata pelajaran bahasa inggris SMA Negeri 2 Parigi menjelaskan bahwa dengan penggunaan platform merdeka mengajar, pembelajaran lebih praktis serta bisa berbagi aksi nyata dengan guru lainnya yang terkoneksi dalam 1 platform, sehingga dapat saling bertukar pikiran.

‘’Beda dengan halnya dulu kami harus penataran sampai ke luar kota untuk pelatihan bersama mentor dan rekan guru lainnya,’’ tambah Syamsul. (A-Adv)

Penulis: Febry Jahra Lestiani

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga