KENDARI, TELISIK.ID - Penurunan angka stunting menjadi program utama yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi tenggara, melalui kerja sama dengan berbagai lintas sektor daerah yang terdiri atas 17 kabupaten kota se-Sulawesi Tenggara.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulawesi Tenggara, Rosmawati Rasyid mengatakan, capaian penurunan angka stunting meningkat hingga angka 11,3 persen, dengan harapan 2024 dapat mencapai target 14 persen.

"Kalau capaian stunting kita Alhamdulilah sekarang se-Sulawesi Tenggara itu dari kabupaten/kota masuk angka prevalensi 11,3 persen artinya, ada pergeseranlah dari tahun ke tahun di tingkat puskesmas," bebernya.

Rosmawati menambahkan, stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan, melainkan juga menjadi urusan semua organisasi perangkat daerah. Hanya sekitar 30 persen secara spesifik yang disentuh Dinas Kesehatan, tapi yang lainnya adalah dukungan lintas sektor. Olehnya perlu kerja sama dengan lintas sektor untuk penuntasan penurunan angka stunting.

"Ya luar biasa penurunannya dan saya kira itu yang diharapkan. Karena semua pemerintah kabupaten/kota itu progresnya hanya penurunan angka stunting, artinya dengan kinerja pemda, harapannya penurunan angka stunting dari semua aspek," tuturnya.