Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) jadi Populasi Penyebaran HIV Terbesar di Sulawesi Tenggara

Ahmad Badaruddin, telisik indonesia
Senin, 25 Desember 2023
0 dilihat
Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) jadi Populasi Penyebaran HIV Terbesar di Sulawesi Tenggara
Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Ahmad Badaruddin/Telisik

" Dari 8 populasi kunci penyebaran HIV/AIDS di Sulawesi Tenggara, populasi Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi populasi dengan penyebaran terbesar "

KENDARI, TELISIK.ID - Dari 8 populasi kunci penyebaran HIV/AIDS di Sulawesi Tenggara, populasi Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), menjadi populasi dengan penyebaran terbesar. Populasi LSL belakangan ini diketahui makin meningkat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Ridwan.

“Saat ini yang meningkat penyebarannya itu LSL,” jelasnya saat diwawancarai Telisik.id saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Edukasi Warga Manfaatkan Pangan Lokal Cegah Stunting

Muhammad Ridwan juga menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan edukasi terkait penularan penyakit HIV/AIDS ini, namun proses penemuan kasusnya yang tak mudah, menjadi kendala.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Sulawesi Tenggara, Rosmawati menambahkan bahwa upaya pemberantasan HIV/AIDS butuh kerja bersama dari berbagai pihak termasuk media.

“Kami berharap adanya kolaborasi dari berbagai pihak dalam upaya pemberantasan penyakit ini termasuk pihak-pihak media,” ujarnya pada Telisik.id.

Sementara itu, Pendamping Orang Dengan HIV (ODHIV) dan Praktisi Sulawesi Tenggara, Samsu Appe mengatakan, kasus HIV/AIDS  yang tinggi di Sulawesi Tenggara bisa dinilai sebagai bentuk kewaspadaan mengingat tipe penyakit ini yang kadang disembunyikan penderitanya.

“Sebenarnya semua waspada teruslah. Terkait dengan kasus yang tinggi itu, hanya memang, kalau kita mau lihat data itu, cukup tinggi untuk Kota Kendari dan itu pun juga bukan Kota Kendari asli,” ujarnya.

Baca Juga: Kata BMKG Soal Fenomena Pelangi Api yang Terjadi di Kota Kendari

Ia menambahkan bahwa populasi LSL yang suka gonta-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman dapat menjadi penyebaran terbesar, karena sering melakukan hubungan seksual yang tidak aman.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Ridwan melaporkan, angka terinfeksi HIV di Kota Kendari saat ini mencapai 219 orang berdasarkan data terakhir di Desember 2022.

Angka ini meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 155 kasus. Peningkatan kasus juga terjadi di Muna, dari 31 kasus menjadi 36 kasus. Bombana, dari 18 kasus menjadi 19 kasus. Baubau, dari 32 kasus menjadi 51 kasus. Buton Selatan, dari 12 kasus menjadi 27 kasus. Buton Tengah, dari 12 kasus menjadi 28 kasus. (A)

Penulis: Ahmad Badaruddin

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga