Dua Guru Besar UMW Dikukuhkan Usai Riset Bakteri Endofit dan Kerang Pokea untuk Isu Kesehatan Nasional

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Jumat, 30 Januari 2026
0 dilihat
Dua Guru Besar UMW Dikukuhkan Usai Riset Bakteri Endofit dan Kerang Pokea untuk Isu Kesehatan Nasional
Pengukuhan Guru Besar Universitas Mandala Waluya Kendari, Prof Umi Nurlila (kiri tengah) dan Sitti Anggarini Rasyid (tengah kanan), Jumat (30/1/2026). Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari mengukuhkan dua Guru Besar perempuan, Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, M.Sc dan Prof. Dr. Sri Anggarini Rasyid, dalam sidang terbuka senat yang digelar di Aula OSCE UMW "

KENDARI, TELISIK.ID - Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari mengukuhkan dua Guru Besar perempuan, Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, M.Sc dan Prof. Dr. Sri Anggarini Rasyid, dalam sidang terbuka senat yang digelar di Aula OSCE UMW, Jumat (30/1/2026).

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting penguatan kapasitas akademik UMW Kendari sekaligus penegasan arah kampus menuju universitas berbasis riset, khususnya di bidang kesehatan dan bioteknologi.  

Momen pengukuhan berlangsung haru ketika kedua guru besar meneteskan air mata mengenang perjuangan orang tua mereka.  

Keduanya juga dikenal sebagai ibu dari tiga anak yang berhasil menuntaskan jenjang akademik tertinggi.

Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman, M.Si, menyebut capaian Guru Besar bukan sekadar prestasi personal, melainkan amanah akademik tertinggi yang menuntut tanggung jawab moral dan intelektual.

Baca Juga: SGM Suzuki Kendari Tawarkan Motor Berteknologi Canggih hingga Hemat BBM 58 Km per Liter

“Guru Besar memiliki peran strategis dalam menjaga marwah akademik, menghasilkan karya ilmiah berdampak, serta melahirkan Guru Besar berikutnya. Universitas yang besar adalah universitas yang memiliki tradisi keilmuan berkelanjutan,” ujar Lukman.

Ia menegaskan, keberhasilan dosen mencapai jabatan Guru Besar mencerminkan ekosistem akademik yang sehat dan menjadi fondasi utama peningkatan mutu perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Senat UMW Kendari yang diwakili Dr. La Ode Saafi, menyampaikan apresiasi atas capaian dua Guru Bbesar tersebut dan menilai momentum ini sebagai bukti peningkatan performa institusi.

“Pengukuhan ini menunjukkan bahwa Universitas Mandala Waluya terus bergerak menuju perguruan tinggi dengan kinerja akademik yang semakin meningkat. Guru Besar adalah simbol kematangan institusi,” kata La Ode Saafi.

 

Ia juga mengungkapkan rencana strategis UMW Kendari ke depan, termasuk penguatan jenjang pendidikan lanjutan.

“Ke depan, Universitas Mandala Waluya menargetkan pembukaan Program Doktor (S3), khususnya di bidang kesehatan masyarakat, sebagai bagian dari komitmen pengembangan keilmuan dan kontribusi bagi pembangunan kesehatan,” ujarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, M.Sc menyampaikan hasil risetnya Peran Bakteri Endofit sebagai Pilar Bioteknologi Kesehatan.  

Ia menyoroti potensi bakteri endofit sebagai sumber kandidat obat baru, penguat ketahanan tanaman, serta solusi lintas sektor yang sejalan dengan konsep One Health.

Riset yang ia lakukan, selama empat tahun pada bakteri endofit tanaman tomat lokal Sulawesi Tenggara, menunjukkan potensi besar sebagai agen hayati pengendali patogen sekaligus penunjang kesehatan manusia melalui pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kisah Penjual Es Krim Keliling, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Es Krim Kekinian

Sementara itu, Prof. Dr. Sri Anggarini Rasyid, M.Si memaparkan orasi ilmiah dari hasil risetnya Peptida Bioaktif Berbasis Kerang Pokea untuk Perbaikan Stunting.  

Ia menjelaskan potensi kerang pokea endemik Konawe sebagai sumber peptida bioaktif yang mampu meningkatkan faktor pertumbuhan, memperbaiki penyerapan mineral, serta menekan inflamasi pada anak stunting.

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya hayati lokal berbasis riset ilmiah merupakan jalan strategis menuju kemandirian kesehatan nasional.

Pengukuhan dua Guru Besar ini menegaskan komitmen UMW Kendari dalam memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi, memperluas kontribusi riset berbasis lokal, serta menyiapkan fondasi menuju pembukaan program doktoral di bidang kesehatan. (A-Adv)  

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga