Fenomena Rashdul Qiblat: Menentukan Arah Kiblat dengan Matahari di Atas Ka'bah, Begini Hukumnya
Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 18 Juli 2026
0 dilihat
Dalam syariat Islam menghadap kiblat merupakan syarat sah salat. Ulama sepakat bahwa umat Islam wajib menghadap arah Ka'bah. Foto: Repro Okezone
" Umat Islam di Indonesia baru saja melewati momen langka tahunan yaitu Rashdul Qiblat "

JAKARTA, TELISIK.ID - Umat Islam di Indonesia baru saja melewati momen langka tahunan yaitu Rashdul Qiblat atau Istiwa A'zam pada 15-16 Juli 2026.
Saat itu, matahari berada tepat di atas Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, memberikan kesempatan akurat untuk memverifikasi arah kiblat tanpa alat canggih.
Fenomena ini terjadi dua kali setahun, sekitar akhir Mei dan pertengahan Juli, ketika deklinasi matahari sama dengan lintang Ka'bah.
Pada saat itu, di wilayah yang masih disinari matahari, bayangan benda tegak lurus akan menunjukkan arah yang tepat terkait dengan posisi Ka'bah, dilansir dari janamadinahwisata.co.id, Jumat (17/7/2026).
Tinjauan Hukum Islam
Dalam syariat Islam, menghadap kiblat merupakan syarat sah salat. Ulama sepakat bahwa umat Islam wajib menghadap arah Ka'bah.
Bagi yang tidak bisa melihat Ka'bah secara langsung, diperbolehkan menggunakan ijtihad berdasarkan tanda-tanda alam atau perhitungan ilmiah yang terpercaya.
Baca Juga: Bolehkah Menyimpan Mayat atau Menunda Pemakaman? Begini Penjelasan Menurut Islam
Metode Rashdul Qiblat termasuk cara yang paling mudah, praktis, dan akurat dalam ilmu falak.
Para ahli falak dan ulama fiqih mengakui validitasnya karena didasarkan pada fenomena alam yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Jika arah kiblat telah ditentukan dengan usaha maksimal, salat tetap sah meskipun ada sedikit penyimpangan kecil.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) mendukung penggunaan metode ilmiah ini untuk memastikan ketepatan kiblat masjid, mushala, dan tempat ibadah lainnya.
Cara Praktis Menentukan Arah Kiblat
Menurut panduan Kemenag, masyarakat dapat melakukannya dengan langkah sederhana:
- Pilih lokasi terbuka yang rata dan terkena sinar matahari langsung.
- Siapkan tongkat atau benda yang benar-benar tegak lurus (bisa ditambahkan bandul untuk akurasi).
- Pada waktu yang tepat (15-16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB / 17.27 WITA / 18.27 WIT), amati bayangan yang terbentuk.
- Tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat. Garis ini menunjukkan arah Ka'bah (kiblat).
Fenomena serupa juga terjadi sekitar 27-28 Mei. Untuk wilayah tertentu di Indonesia timur, ada metode antipoda atau bayangan berlawanan pada waktu lain, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Hukum Menafkahi Mantan Istri dalam Islam, Begini Penjelasannya
Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat
Kemenag RI menggelar Gerakan Nasional "Indonesia Berkiblat" dengan target 1.448.000 titik verifikasi kiblat pada momen ini.
Program ini mendorong partisipasi masyarakat, pengurus masjid, sekolah, dan pesantren untuk memeriksa dan mengoreksi arah kiblat secara serentak.
Metode ini menjadi bukti integrasi antara ilmu agama, astronomi, dan teknologi sederhana. Dengan memanfaatkan ciptaan Allah SWT berupa pergerakan matahari, umat Islam dapat semakin khusyuk dalam beribadah. Wallahu a'lam bish-shawab. (C)
Penulis: Merdiyanto
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS