Ringgit jadi Mata Uang Terkuat Asia 2026, Rupiah Urutan 3 Paling Loyo
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 25 Januari 2026
0 dilihat
Awal 2026 mencatat ringgit Malaysia terkuat di Asia, sementara rupiah Indonesia masuk tiga mata uang terlemah. Foto: Repro Detik.
" Ringgit Malaysia melesat teratas, sementara rupiah Indonesia justru masuk tiga terbawah kawasan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Awal 2026 membuka peta baru kekuatan mata uang Asia, ringgit Malaysia melesat teratas, sementara rupiah Indonesia justru masuk tiga terbawah kawasan.
Pergerakan nilai tukar mata uang Asia pada awal tahun 2026 memperlihatkan dinamika yang kontras di tengah ketidakpastian pasar global. Sejumlah mata uang berhasil mencatatkan penguatan, sementara lainnya mengalami tekanan cukup dalam akibat kombinasi faktor eksternal dan domestik. Situasi ini menjadi cerminan bahwa pemulihan ekonomi kawasan belum berjalan seragam.
Di antara mata uang Asia, ringgit Malaysia tampil sebagai yang paling solid. Data pasar valuta asing menunjukkan ringgit mencatatkan penguatan tertinggi dibandingkan mata uang regional lainnya.
Kinerja tersebut mengindikasikan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap stabilitas makroekonomi Malaysia serta respons kebijakan yang dinilai konsisten menjaga keseimbangan fiskal dan moneter.
Melansir dari Kompas, Minggu (25/1/2026), sentimen positif terhadap ringgit juga tidak terlepas dari sikap investor global yang cenderung selektif dalam menempatkan modal. Negara dengan fundamental ekonomi yang relatif stabil, inflasi terkendali, dan kebijakan fiskal yang terukur menjadi tujuan utama aliran dana.
Dalam konteks ini, Malaysia dinilai mampu menjaga persepsi risiko pada level yang lebih rendah dibandingkan sebagian negara berkembang lainnya.
Di posisi berikutnya, yuan China dan baht Thailand turut mencatatkan penguatan. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa mata uang negara dengan basis perdagangan kuat dan cadangan devisa besar masih memiliki daya tahan di tengah volatilitas global.
Meski demikian, penguatan yang terjadi relatif terbatas dan mencerminkan kehati-hatian pasar dalam merespons perkembangan ekonomi internasional.
Baca Juga: Heboh Redenominasi Rupiah Kebanyakan Nol, Rp 1.000 Direvisi jadi Rp 1
Sebaliknya, tekanan justru dialami oleh sejumlah mata uang Asia Timur dan Asia Tenggara. Won Korea Selatan tercatat sebagai mata uang dengan pelemahan terdalam.
Yen Jepang juga mengalami depresiasi cukup signifikan, seiring perbedaan arah kebijakan moneter dan tekanan dari pasar keuangan global yang masih bergejolak.
Rupiah Indonesia berada dalam kelompok mata uang dengan kinerja terlemah di Asia. Berdasarkan pemantauan pasar, rupiah tercatat berada di posisi tiga terbawah setelah mengalami pelemahan lebih dari satu persen.
Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap aset negara berkembang, terutama di tengah dinamika arus modal global dan sentimen pasar yang belum sepenuhnya stabil.
Tekanan terhadap rupiah tidak berdiri sendiri. Faktor eksternal seperti penguatan mata uang utama dunia, perubahan ekspektasi suku bunga global, serta fluktuasi harga komoditas turut memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi domestik sebagai dasar pengambilan keputusan investasi jangka pendek maupun menengah.
Perbedaan kinerja mata uang Asia pada awal 2026 menegaskan bahwa respons kebijakan dan kondisi fundamental masing-masing negara memainkan peran penting.
Stabilitas makroekonomi, kredibilitas kebijakan, serta kejelasan arah ekonomi menjadi faktor yang terus diperhitungkan oleh investor global dalam menilai prospek suatu mata uang.
Adapun daftar kinerja mata uang Asia pada awal 2026 berdasarkan data pasar valuta asing adalah sebagai berikut:
- Ringgit Malaysia menguat sekitar 0,27 persen.
- Yuan China mencatatkan penguatan sekitar 0,23 persen.
- Baht Thailand naik sekitar 0,20 persen.
- Dong Vietnam menguat sekitar 0,08 persen.
- Kip Laos mencatatkan kenaikan sekitar 0,04 persen.
- Kyat Myanmar bergerak stabil atau stagnan.
- Dolar Brunei melemah sekitar 0,19 persen.
Baca Juga: Aturan Baru OJK Rekening Nasabah Tidak Aktif, Segini Batas Waktunya
- Dolar Hong Kong turun sekitar 0,19 persen.
- Dolar Singapura terdepresiasi sekitar 0,19 persen.
- Riel Kamboja melemah sekitar 0,29 persen.
- Peso Filipina turun sekitar 0,83 persen.
- Rupiah Indonesia melemah sekitar 1,07 persen.
- Yen Jepang tertekan sekitar 1,10 persen.
- Won Korea Selatan menjadi yang terlemah dengan penurunan sekitar 1,31 persen. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS