KENDARI, TELISIK.ID - Mengenalkan kebudayaan lokal pada masyarakat secara umum, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara, menggelar lomba fashion show eksekutif dengan tema kemerdekaan.

Uniknya, lomba itu hanya diikuti oleh seluruh kepala sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB se-Sulawesi Tenggara dengan total 400-an peserta. Peserta fashion show itu wajib mengenakan kain tenun khas Sulawesi Tenggara, yaitu tenun asal Kabupaten Muna (kain tenun Masalili) dan tenun khas Buton.

Saat ditemui oleh Telisik.id, Ketua DWP Dikbud Sulawesi Tenggara, Nurhayati Yusmin menjelaskan, lomba ini digelar dalam rangka ikut memeriahkan HUT ke-78 RI. Selain dihadiri oleh peserta yang berasal se-Sulawesi Tenggara, peserta juga diwajibkan melakukan kreatifitas pada kain tenun yang dipakainya.

Baca Juga: Divisi Humas Polri Edukasi Pengelolaan Informasi dan Transparansi di Polda Sulawesi Tenggara

"Dari kegiatan ini yang paling utama adalah silaturahmi, antara kepala sekolah yang ada di 17 kabupaten/kota bersama pejabat struktural Dikbud Sulawesi Tenggara," ujarnya, Senin (14/8/2023).