Hampir 30 Kali Tangani Kebakaran di Kolaka, PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Senin, 07 September 2026
0 dilihat
Sejumlah peserta dan pemangku kepentingan berfoto bersama usai sosialisasi penanganan dan pencegahan Karhutla yang digelar PT Vale Indonesia Tbk melalui IGP Pomalaa di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Selasa (1/9/2026). Foto: Ist
" Tim pemadam kebakaran PT Vale Indonesia Tbk mencatat hampir 30 kali penanganan kebakaran di wilayah Kolaka sepanjang Agustus 2026 "

KOLAKA, TELISIK.ID - Tim pemadam kebakaran PT Vale Indonesia Tbk mencatat hampir 30 kali penanganan kebakaran di wilayah Kolaka sepanjang Agustus 2026.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kolaborasi lintas sektor.
Penguatan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya risiko Karhutla pada musim kemarau, ketika kondisi lahan dan vegetasi yang mengering dapat memicu serta mempercepat meluasnya kebakaran.
Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale mengambil peran melalui edukasi, mitigasi, pemantauan, koordinasi, dan penguatan kesiapsiagaan yang dilaksanakan secara paralel di seluruh wilayah konsesi dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) perusahaan.
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa dengan menggelar Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Karhutla di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka.
Sosialisasi juga melibatkan pemerintah kecamatan dan desa dari Kecamatan Pomalaa dan Kecamatan Baula yang wilayahnya berdekatan dengan area operasional perusahaan.
Baca Juga: PT Vale Siapkan Kelas Konservasi Cetak Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur
Kolaborasi lintas sektor ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman mengenai mitigasi, pencegahan, mekanisme pelaporan, koordinasi, hingga penanganan awal kebakaran.
Pelibatan pemerintah kecamatan dan desa dinilai penting untuk memperluas edukasi kepada masyarakat hingga tingkat tapak, terutama selama musim kemarau ketika risiko Karhutla meningkat.
Project Director IGP Pomalaa PT Vale Indonesia Tbk, Mohammad Rifai, mengatakan pencegahan Karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“PT Vale memiliki kepedulian tinggi terhadap pencegahan dan penanganan Karhutla. Meski merupakan tanggung jawab lintas sektoral, kami mengambil peran aktif melalui mitigasi, penguatan kesiapsiagaan, dan koordinasi yang dijalankan secara paralel di seluruh wilayah konsesi dan PPKH perusahaan." jelasnya.
"Kolaborasi ini penting agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin,” imbuh Rifai, Kamis (3/9/2026).
Catatan tim Emergency Response PT Vale terkait hampir 30 kali penanganan kebakaran sepanjang Agustus menjadi salah satu dasar perusahaan untuk terus memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan koordinasi lintas sektor.
Selain kesiapan menangani kejadian, edukasi dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kebakaran, khususnya selama musim kemarau.
Sosialisasi di Kabupaten Kolaka merupakan bagian dari pendekatan PT Vale dalam mendukung sistem pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih terkoordinasi.
Pendekatan tersebut mempertimbangkan karakteristik wilayah, kondisi cuaca, tutupan lahan, kedekatan dengan permukiman, aktivitas masyarakat, serta kesiapan penanganan keadaan darurat.
Peningkatan pemahaman pemerintah kecamatan dan desa menjadi salah satu aspek penting.
Aparatur di tingkat lokal memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi pencegahan kepada masyarakat, mengidentifikasi potensi risiko, serta membangun koordinasi awal apabila ditemukan titik api atau terjadi kebakaran.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman dan pembagian peran para pihak.
Upaya pencegahan dilakukan secara konsisten, mulai dari edukasi mengenai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hingga penguatan jalur komunikasi, pelaporan, dan respons darurat.
Dalam mendukung penanggulangan Karhutla di Kabupaten Kolaka, PT Vale terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Perusahaan juga menyiagakan personel terlatih serta armada pemadam kebakaran yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan melalui mekanisme koordinasi penanganan keadaan darurat.
Dukungan tersebut merupakan bentuk partisipasi PT Vale dalam memperkuat kapasitas penanganan Karhutla di daerah.
Perusahaan menyatakan siap mengambil bagian dalam langkah penanganan yang dikoordinasikan pemerintah dengan tetap memperhatikan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Meski kesiapan personel dan peralatan menjadi unsur penting dalam menghadapi ancaman Karhutla, PT Vale tetap menempatkan pencegahan sebagai prioritas.
Hal itu dilakukan melalui penguatan sistem komunikasi, pemetaan potensi kerawanan, peningkatan kapasitas para pihak, pemantauan kondisi lapangan, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas langkah mitigasi.
Upaya pencegahan dan penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan di wilayah IGP Pomalaa.
PT Vale menjalankan mitigasi dan kesiapsiagaan secara paralel di seluruh wilayah konsesi dan PPKH perusahaan dengan menyesuaikan karakteristik, tingkat kerawanan, serta kebutuhan setiap wilayah operasional.
Dalam pelaksanaannya, PT Vale mengintegrasikan aspek lingkungan, keselamatan, operasional, dan pelibatan pemangku kepentingan.
Baca Juga: PT Vale Turun ke Pesisir Luwu Timur Tanam Mangrove dan Transplantasi 200 Lamun
Pendekatan tersebut mencakup identifikasi dan pemetaan area rawan kebakaran, pemantauan kondisi lapangan, kesiapan personel dan sarana tanggap darurat, penguatan prosedur pelaporan dan respons awal, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Perusahaan juga terus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan Karhutla, terutama di wilayah yang berbatasan atau memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat.
Pendekatan kolaboratif diperlukan agar perlindungan kawasan hutan dan lahan berjalan seiring dengan perlindungan terhadap pekerja, masyarakat, aset, serta keberlanjutan kegiatan operasional.
PT Vale meyakini pengendalian Karhutla membutuhkan sinergi berkelanjutan.
Pemerintah berperan dalam kebijakan dan koordinasi penanggulangan, masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pelaporan awal, sementara perusahaan dapat berkontribusi melalui sumber daya, kompetensi, edukasi, pemantauan, dan kesiapan tanggap darurat.
Melalui sosialisasi di Kabupaten Kolaka dan berbagai upaya di seluruh wilayah konsesi serta PPKH, PT Vale berharap dapat memperkuat budaya pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan para pemangku kepentingan, serta meminimalkan risiko Karhutla.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS