Harga Beras di Kota Kendari Diprediksi Normal Sebelum Akhir Tahun

Tim Telisik, telisik indonesia
Jumat, 03 November 2023
0 dilihat
Harga Beras di Kota Kendari Diprediksi Normal Sebelum Akhir Tahun
Update harga beras awal November di pasar Anduonohu dan pasar Mandonga mulai turun, Jumat (3/11/2023). Foto: Rosmawati/Telisik

" Setelah harga beras melonjak pada bulan lalu, kini di awal November harga beras di pasar Anduonohu dan pasar basah Mandonga mulai turun. Meski situasi belum kembali normal seperti sedia kala, namun sudah menurun tajam di banding beberapa Minggu terakhir "

KENDARI, TEKISIK.ID - Setelah harga beras melonjak pada bulan lalu, kini di awal November harga beras di pasar Anduonohu dan pasar basah Mandonga mulai turun. Meski situasi belum kembali normal seperti sedia kala, namun sudah menurun tajam di banding beberapa Minggu terakhir.

Harga beras kepala di pasar Anduonohu saat ini berada di harga Rp 650.000 per karungnya dengan harga ecer Rp 11.000 per liter. Update harga beras ini sudah mengalami penurunan di bandingkan dengan beberapa Minggu terakhir yang masih mahal di harga Rp 680.000  per karungnya, Jumat (3/11/2023).

Sementara untuk harga beras mawar merah masih mahal di harga Rp 70 ribu, di mana sebelumnya untuk beras 5 Kg paling mahal Rp 50.000

Baca Juga: Dinkes Sulawesi Tenggara Target Eleminasi Malaria 2030

Nurbaya, salah satu pedagang beras di pasar Anduonohu mengatakan, harga beras kini sudah turun namun tidak bisa dijual normal seperti biasanya.

Harga beras kepala sebelum lonjakan akibat musim kemarau seharga Rp 500.000  dan masih bisa di jual ecer Rp 10.000 per liternya, adapun saat ini masih di harga Rp 650.000 jadi masih tetap di jual ecer di harga Rp 11.000.

Meri yang saat itu sedang membeli beras juga menanggapi terkait stok beras yang kemungkinan sudah akan membaik.

"Konawe juga saat ini sudah membaik, tanam padi juga sekarang sudah mulai, jadi kayaknya tidak putus mi ini beras," ucapnya.

Sementara di pasar Basah Mandonga, harga beras kepala masih tetap di harga Rp 680.000 per karung, untuk beras ecernya di jual Rp 11.500. Harga tersebut sudah turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 700.000 per karungnya. Untuk Beras SPHP Bulog 5 Kg dijual Rp 55.000, sementara beras mawar merah 5 Kg di jual Rp 70.000 dengan harga ecer Rp 14.000 perkilogramnya.

Anton (25), pedagang beras di pasar Mandonga mengatakan, kemungkinan harga beras akan kembali naik, namun ia tetap berharap harga beras akan kembali normal, terutama pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Wakapolda Sulawesi Tenggara Terima Masukan Warga Kecamatan Kadia di Jumat Curhat

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tenggara, Siti Mardati Saing mengatakan, harga beras di pasaran mahal dikarenakan mereka ambil pasokan dari petani, seperti jenis beras kepala dan lainnya sehingga harganya masih mahal.

Sementara itu stok beras cadangan yang dikelola Bulog saat ini masih ada 17.900 ton, rencana di Desember mendatang sebelum akhir tahun akan ada tambahan 5000 ton lagi.

"Target kami sekitar 10-12 ribu ton akan digelontorkan ke pasar, dan dikirim melalui ke pengecer pasar secara langsung di seluruh Sulawesi Tenggara," katanya

Siti Mardati Saing, juga berharap dengan banyaknya pasokan yang Bulog kirim ke pasar, kemudian banyaknya outlet dengan gpm, akan efektif mengendalikan inflasi. (A)

Penulis: Rosmawati

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga