adplus-dvertising

Hari Ini Gerhana Bulan Total, Terulang 190 Tahun Lagi

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Rabu, 26 Mei 2021
1414 dilihat
Hari Ini Gerhana Bulan Total, Terulang 190 Tahun Lagi
Gerhana bulan total atau blood super moon. Foto: Repro google.com

" Gerhana bulan merah super di tahun ini enggak ada lagi. Ini termasuk langka. Besok itu bertepatan dengan Hari Raya Waisak, karenanya jadi lebih langka lagi. "

KENDARI, TELISIK.ID - Fenomena Gerhana Bulan Total  (GBT) atau blood super moon akan terjadi hari ini, Rabu (26/5/2021).

Dilansir dari Suara.com-jaringan Telisik.id, GBT akan terjadi bertepatan dengan detik-detik Waisak pada 15 suklapaksa (paroterang) Waisaka 2565 Era Buddha yang jatuh pada 26 Mei pukul 18.13 WIB dengan jarak 357,461 kilometer dari Bumi.

Gerhana akan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia dari arah Timur-Tenggara tanpa menggunakan alat bantu optik apapun, terletak di dekat konstelasi Scorpius.


Dengan durasi fase total gerhana yang cukup singkat, yakni 14 menit 30 detik.

Menurut Peneliti Pussains LAPAN, M Zam-zam N mengatakan, gerhana bulan total bertepatan dengan Hari Raya Waisak selanjutnya mungkin bakal terjadi seratus tahun lagi.

Sehingga rugi bagi masyarakat kalau tidak melihatnya. Sebab, ia melanjutkan, sekitar 190 tahun jika bertepatan dengan Hari Raya Tri Suci Waisak.

"Gerhana bulan merah super di tahun ini enggak ada lagi. Ini termasuk langka. Besok itu bertepatan dengan Hari Raya Waisak, karenanya jadi lebih langka lagi," kata Zam-zam di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (26/5/2021).

Baca juga: Jakarta Youth Choir Minta Maaf Terkait Unggahan Video Lantunan Asmaul Husna di Masjid Istiqlal

Baca juga: Viral, Uang Pecahan 1.0 Terbit, Bisakah Digunakan?

Secara ilmiah, ia mengatakan, adanya gerhana bulan juga menjadi pembuktian bahwa pengetahuan manusia terhadap posisi benda-benda langit itu benar adanya.

Peneliti atau astronom mampu memprediksi keberadaan benda-benda langit, karena pergerakannya sudah pasti dan benar adanya.

"Ada keteraturan dalam dinamika benda-benda langit, khususnya pergerakan matahari, bulan dan bumi," tambah Zam-zam.

Ia menantang masyarakat untuk membuktikannya dengan melihat apakah detik-detik peristiwa gerhana bulan merah super yang akan terjadi sesuai prediksi para peneliti atau astronom.

"Kita buktikan saja nanti, (prediksi) yang kita punya apakah benar tepat peristiwanya di pukul 18.18 WIB. Itu salah satu bukti ilmiah dari fenomena gerhana ini," ujar dia.

GBT yang terjadi pada Rabu (26/5/2021) sangat spesial karena beriringan dengan terjadinya Perige, yakni ketika bulan berada di jarak terdekatnya dengan bumi.

Sehingga satelit alami bumi itu akan tampak merah karena pembiasan cahaya matahari oleh lapisan atmosfer bumi, sehingga GBT kali ini disebut Bulan Merah Super atau Super Blood Moon. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga