Heboh Hendropriyono Disebut Terlibat Penggulingan Prabowo, Begini Penjelasan Resminya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 21 Juni 2026
0 dilihat
Heboh Hendropriyono Disebut Terlibat Penggulingan Prabowo, Begini Penjelasan Resminya
Hendropriyono membantah tudingan keterlibatan dalam isu penggulingan pemerintahan Prabowo Subianto di publik. Foto: Repro Detik

" Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, membantah tudingan yang menyebut dirinya maupun orang-orang yang berada di lingkarannya terlibat dalam gerakan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto "

JAKARTA, TELISIK.ID - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, membantah tudingan yang menyebut dirinya maupun orang-orang yang berada di lingkarannya terlibat dalam gerakan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Hendropriyono menyusul berkembangnya isu yang mengaitkan sejumlah tokoh dengan gelombang aksi kritik terhadap pemerintah.

Menurutnya, informasi yang menghubungkan dirinya dengan upaya penggulingan pemerintahan tidak memiliki dasar dan merupakan informasi yang tidak benar.

Hendropriyono menegaskan bahwa dirinya bersama keluarga maupun orang-orang yang dekat dengannya tetap mendukung pemerintahan yang sah. Ia memastikan tidak ada keterlibatan dalam gerakan yang bertentangan dengan konstitusi.

"Bahwa saya dan orang-orang yang ada di dekat saya tidak ada yang terlibat. Tidak ada teman-teman maupun keluarga yang tidak mendukung pemerintah," ujar Hendropriyono, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar 2026, Berikut Penjelasannya

Ia mengatakan setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan sesuai ketentuan hukum dan mekanisme demokrasi yang berlaku.

Karena itu, Hendropriyono menilai tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan upaya penggulingan pemerintahan merupakan hoaks dan fitnah. Menurutnya, kepentingan bangsa dan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik jangka pendek.

Ia juga menekankan bahwa demokrasi akan berjalan dengan baik apabila perbedaan pandangan disampaikan melalui cara-cara yang damai, beradab, dan konstitusional. Segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional dinilai tidak sejalan dengan semangat demokrasi dan kehidupan bernegara.

Sebagai purnawirawan TNI yang pernah memimpin BIN, Hendropriyono menyebut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan prinsip yang terus dipegangnya sejak aktif berdinas hingga saat ini.

"Sejak dulu, saya dan teman-teman tentara, yang sekarang purnawirawan, apalagi yang masih aktif, mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip kami sama, menjaga keutuhan Republik Indonesia yang Pancasilais, UUD 1945, dan stabilitas nasional," katanya.

Selain membantah tuduhan tersebut, Hendropriyono juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia menilai maraknya informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap hoaks, apalagi simulakra. Selalu periksa fakta sebelum menyebarkan informasi, jangan main forward aja," ujarnya.

Baca Juga: Penantian Awal Pendaftaran CPNS 2026, Berikut Penjelasan Terbaru BKN

Dalam keterangannya, Hendropriyono juga menyinggung anggapan yang sering menghubungkan pandangan politik seseorang dengan hubungan keluarga. Menurutnya, setiap individu memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya masing-masing.

"Anak, menantu, saudara, besan, maupun kerabat dapat saja memiliki pandangan politik yang berbeda. Tidak selalu sama," katanya.

Ia menegaskan bahwa hubungan kekeluargaan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterkaitan politik maupun kesamaan ideologi. Setiap orang, kata dia, bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya sendiri.

"Dalam politik, setiap orang bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya sendiri, bukan atas hubungan kekeluargaan. Kekerabatan tidak identik dengan kesamaan ideologi. Hubungan darah tidak dapat dijadikan bukti adanya hubungan politik. Itu yang harus dipegang kalau memang kita orang yang melek dan intelek," sambungnya.

Pernyataan Hendropriyono disampaikan di tengah munculnya berbagai spekulasi mengenai pihak-pihak yang disebut berada di balik aksi kritik terhadap pemerintah. Ia kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keutuhan bangsa, mendukung pemerintahan yang sah, serta mengedepankan penyelesaian perbedaan melalui jalur demokrasi dan konstitusi yang berlaku di Indonesia. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga