Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, S1 Farmasi UMW Edukasi Warga Wawobungi Olah Bahan Alam
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 06 Agustus 2026
0 dilihat
Tim dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya berfoto bersama serta memberikan edukasi kepada warga Desa Wawobungi, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Kamis (6/8/2026). Foto: Ist.
" Program Studi (Prodi) S1 Farmasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya (UMW) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepadak Masyarakat (PkM) di Desa Wawobungi, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Kamis (6/8/2026) "

KONAWE, TELISIK.ID - Program Studi (Prodi) S1 Farmasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya (UMW) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepadak Masyarakat (PkM) di Desa Wawobungi, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dengan menghadirkan layanan kesehatan sekaligus edukasi pemanfaatan bahan alam bagi masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 Wita itu meliputi pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan, hingga pelatihan pembuatan produk kesehatan berbasis bahan alam.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola hidup sehat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi tanaman lokal sebagai bahan pendukung kesehatan.
Ketua Prodi S1 Farmasi Fakultas Sains dan Teknologi UMW, Dr. apt. Mus Ifaya, S.Farm., M.Si., mengatakan pengabdian tersebut merupakan upaya menghadirkan hasil penelitian kampus agar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
"Melalui pengabdian ini, kami tidak hanya hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan preventif, tetapi juga memberdayakan warga melalui pemanfaatan bahan alam berbasis kearifan lokal. Kami berharap edukasi dan teknologi tepat guna yang dibagikan dapat dipraktikkan secara berkelanjutan oleh warga Wawobungi," ujar Mus Ifaya dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Status Lahan di Puuwatu Kendari Diperebutkan, Aktivitas Diminta Stop Sampai Ada Kepastian Hukum
Kegiatan diawali dengan sambutan pembuka oleh Dr. apt. Mus Ifaya yang kemudian disambut Sekretaris Desa Wawobungi, Ikram, S.T., mewakili pemerintah desa dan masyarakat. Setelah pembukaan, tim pengabdian langsung memberikan pemeriksaan kesehatan gratis berupa skrining awal kondisi kesehatan warga.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat memperoleh penyuluhan mengenai pola hidup sehat serta penggunaan obat yang rasional.
Materi tersebut disampaikan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya penggunaan obat sesuai aturan sekaligus mencegah kesalahan dalam konsumsi obat di lingkungan keluarga.
Peserta juga mengikuti pelatihan pengolahan bahan alam menjadi produk kesehatan. Dalam sesi praktik, warga diajak memanfaatkan berbagai tanaman yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan desa menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi kesehatan keluarga.
Sekitar 57 warga Desa Wawobungi mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berpartisipasi dalam setiap sesi, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pelatihan pembuatan produk berbahan alam yang dipandu langsung oleh dosen dan akademisi UMW.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan secara menyeluruh, Prodi S1 Farmasi UMW menerjunkan 25 dosen yang terbagi dalam tujuh tim pengabdian. Masing-masing tim mengusung tema berbeda sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat.
Tim pertama mengangkat tema Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam Lokal sebagai Alternatif Pencegahan dan Penanganan Keluhan Kesehatan Ringan pada Keluarga. Tim ini dipimpin apt. Emilia Audrey Tunmas dengan anggota apt. Muhammad Isrul, apt. Ahmad Saleh, Nur Aulia Rachma, dan Wa Ode Melisa Andani.
Tim kedua yang berasal dari Rektorat UMW mengusung tema Pelatihan Pembuatan Minyak Gosok Herbal dari Rimpang Jahe dan Sereh sebagai Upaya Pengobatan Tradisional. Tim tersebut diketuai Selpirahmawati Saranani bersama Rismayanti Fauziah, Azlimin, Prof. Dr. Ratna Umi Nurlila, Jesika, dan Wildan Ikhwanul Qirom.
Tim ketiga membawakan materi Efektivitas Edukasi DAGUSIBU dalam Meningkatkan Rasionalitas Penggunaan Obat ISPA di Masyarakat Desa Pesisir. Tim ini dipimpin Risky Juliansyah Putri dengan anggota Dr. apt. Nikeherpianti Lolok, Dr. apt. Wa Ode Yuliastri, apt. Putri Mega Wijayanti, Muhammad Sutab Rafly, dan Radya Yuliastuti Hadirin.
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Disomasi Masyarakat Adat Tolaki, Diminta Evaluasi IUP PT SCM di Routa Konawe
Tim keempat mengangkat tema Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Herbal untuk Pencegahan Penyakit Degeneratif. Tim tersebut dipimpin apt. Firhani Anggriani Syafrie bersama apt. Nur Herlina Nasir, Dr. apt. Mus Ifaya, Dr. apt. Citra Dewi, apt. Jastria Pusmarani, Mutia Syahyu Wardani, dan Bayina Difya Marsha Zalila.
Tim kelima memberikan pelatihan Pembuatan Wedang Jahe Kombinasi Jeruk Nipis sebagai Minuman Kesehatan yang diketuai apt. Dian Rahmaniar Trisnaputri dengan anggota apt. Nurhyuni, apt. Juliana Baco, apt. Mulyadi Prasetyo, apt. Fitriani, Imelya Putri, dan Nurul Asikin Natasya.
Sementara itu, tim keenam memperkenalkan Pelatihan Pembuatan Permen Gummy Berbahan Madu dan Jeruk sebagai Camilan Sehat Penunjang Sistem Imun. Tim tersebut dipimpin apt. Wa Ode Ida Fitrian bersama Dr. apt. Himaniarwati, Dr. apt. Silviana Hasanuddin, Ikaningtyas Kartika Dewi, Miftah Alfiyah Dahlah, dan Bintang Natali.
Adapun tim ketujuh memberikan pelatihan Pembuatan Kue Cup Fungsional Berbahan Dasar Jahe, Kunyit, dan Ubi Ungu untuk Kesehatan Jantung dan Tulang. Tim ini diketuai apt. Rina Andriani dengan anggota apt. Bai Arthur Ridwan, apt. Nurhatidjah Awaliyah, Nur Sari Fatimah, dan Aulia Rahmin Putri.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut dilibatkan pada seluruh tim pengabdian. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan agar mahasiswa memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan teknis dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Prodi S1 Farmasi UMW berharap kemitraan dengan masyarakat desa dapat terus berlanjut. Selain memperluas akses edukasi kesehatan, program ini juga diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menerapkan hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS