Oleh: Dr Usmar, SE, MM

Ketua LPM Universitas Moestopo (Beragama) Jakarta/Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional

SETELAH Kemendikbud melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid menarik semua buku yang terkait Kamus Sejarah Indonesia (KSI), yang jadi polemik, sesungguhnya ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa tersebut.

Karena dalam perspektif sejarah, peristiwa yang mendasari ditariknya peredaran buku KSI tersebut, juga akan menjadi bagian cerita sejarah dari latar belakang terbitnya Kamus Sejarah Indonesia modern itu sendiri nantinya.

Untuk itu dalam momentum perbaikan tersebut, hendaknya Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, memeriksa secara cermat, berbagai kekurangan KSI tersebut.