Imbas COVID-19 Pabrik Rokok Tutup, Harga Cengkeh Anjlok
Muh. Risal H, telisik indonesia
Jumat, 11 September 2020
0 dilihat
Cengkeh salah satu komoditi unggulan masyarakat Kolaka Utara. Foto: Muh. Risal/Telisik
" Dalam kunjungan tersebut kami sempat libatkan salah satu pengusaha cengkeh di Kolaka Utara agar mereka bisa join dalam banyak hal, khususnya stabilitas harga cengkeh untuk kepentingan masyarakat atau petani sehingga bisa mengangkat nilai jual cengkeh di petani. "


KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Anjloknya harga cengkeh selama pandemi COVID-19, membuat Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH mengutus Kepala Seksi Pengendalian Arus Barang dan Jasa, Syainal, ST ke Pulau Jawa.
Tepatnya Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk membangun komunikasi dengan perusahaan industri rokok serta pemasok cengkeh yang tersebar di wilayah tersebut.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mendongkrak harga cengkeh di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, yang saat ini sedang anjlok.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kolaka Utara, Risal Natsir, S.Ag, M.Si beberapa hari lalu, Bupati Kolaka Utara memerintahkan Kasi Pengendalian Arus Barang dan Jasa ke pulau Jawa untuk bertemu dengan para pemasok cengkeh terbesar di Indonesia.
"Dalam kunjungan tersebut kami sempat libatkan salah satu pengusaha cengkeh di Kolaka Utara agar mereka bisa join dalam banyak hal, khususnya stabilitas harga cengkeh untuk kepentingan masyarakat atau petani sehingga bisa mengangkat nilai jual cengkeh di petani," kata Risal Natsir, Jumat (11/9/2020).
Baca juga: 104 Warga Bombana Di-swab, di Antaranya Kepala OPD
Hanya saja kendala terbesar saat ini, tambahnya, mayoritas pabrik industri rokok skala besar tutup, imbas dari pandemi COVID-19. Hanya pabrik rumahan yang buka, itupun hanya sebagian, sehingga ini menjadi salah satu pemicu anjloknya harga cengkeh.
Terpisah, Kasi Pengendalian Arus Barang dan Jasa, Disdag Kolut, Syainal mengungkapkan, saat ini pabrik industri rokok di Jawa tutup tetapi pembelian tetap jalan berapapun banyaknya, hanya saja harganya rendah.
"Kalau masalah harga memang tidak bisa dipaksakan karena memang pabrik-pabrik besar tidak produksi. Dan kami keliling mulai dari Jakarta, Solo, Jawa Tengah sampai Jawa Timur harga tetap sama," terangnya.
Untuk saat ini, ucap Syainal, harga cengkeh di daerah Jawa seperti Solo, di tingkat pengumpul dan petani harganya tidak jauh beda dengan harga di Kolaka Utara yakni sekitar Rp 50.000 sampai Rp 53.000-an.
"Kalau di Kolaka Utara saat ini harga cengkeh berada di angka Rp 47.000 sampai Rp 50.000. Harga cengkeh bisa saja naik ketika pabrik rokok mulai produksi dan cukai turun, tapi kalau cukai naik maka harga cengkeh susah untuk naik," pungkasnya.
Reporter: Muh. Risal
Editor: Haerani Hambali