Ini 7 Penyebab Vagina Bengkak Setelah Bercinta dan Tips Mengatasinya

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Jumat, 13 November 2020
0 dilihat
Ini 7 Penyebab Vagina Bengkak Setelah Bercinta dan Tips Mengatasinya
Ilustrasi vagina bengkak setelah bercinta. Foto: Repro theAsianparent

" Bagi pasangan, bercinta seharusnya menyenangkan dan tidak menimbulkan rasa sakit, baik setelah maupun saat melakukannya. Namun terkadang, vagina bisa bengkak setelah berhubungan intim. "

KENDARI, TELISIK.ID - Momen bercinta seharusnya terasa nyaman dan memberi kenikmatan bagi kedua belah pihak. Oleh karena itu, saat nyeri dan bengkak datang, Anda perlu mengetahui penanganannya.

Bagi pasangan, bercinta seharusnya menyenangkan dan tidak menimbulkan rasa sakit, baik setelah maupun saat melakukannya. Namun terkadang, vagina bisa bengkak setelah berhubungan intim.

Pembengkakan pada vagina tersebut sangat tidak nyaman, apalagi jika dibarengi dengan rasa sakit. Keluhan ini bukan tidak mungkin mengancam aktivitas sehari-hari. Karena itu, kenali penyebab vagina bengkak dan cara mengatasinya.

Dilansir dari Klikdokter.com, berikut 7 penyebab vagina bengkak setelah bercinta dan cara mengatasinya

1. Kurang Pelumas

Penyebab tersering vagina bengkak dan nyeri saat atau setelah bercinta adalah kurangnya pelumas. Dinding vagina wanita sebenarnya memproduksi sejumlah pelumas (lubrikan) alami saat mengalami stimulasi seksual.

Produksi pelumas alami bisa berkurang akibat beberapa faktor berikut, pertama yakni Usia, Penggunaan KB hormonal dan Efek samping obat dan terkahir yakni kurangnya waktu untuk foreplay atau ‘pemanasan’ untuk meningkatkan gairah seksual.

Bila vagina tidak terlumasi dengan baik saat bercinta, gesekan akibat penetrasi penis dapat membuat robekan pada dinding vagina. Akibatnya, bengkak, nyeri, dan infeksi bisa terjadi setelah berhubungan.

Untuk mengatasinya, lakukan foreplay dalam waktu yang cukup. Selain mengeluarkan cairan pelumas, vagina akan memanjang dan melebar sehingga penetrasi terasa lebih nyaman dan lebih mudah.

Bila perlu, tambahkan pelumas komersial. Namun, hindari yang mengandung alkohol karena dapat mengiritasi dinding vagina.

2. Ukuran Penis Besar

Ukuran penis pasangan yang relatif besar ketimbang liang vagina dapat mencederai serviks saat penetrasi. Nyeri yang muncul kemudian mirip dengan nyeri atau kram perut saat haid.

Cara mengatasi vagina bengkak akibat kondisi ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah yang berefek antiradang, di antaranya, Mandi dengan air hangat kemudian Duduk di atas kursi dengan pemanas dan Konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen.

Selain itu, cari posisi yang nyaman saat bercinta. Umumnya posisi yang tidak akan membuat vagina bengkak dan nyeri adalah posisi saat wanita dapat mengontrol penetrasi penis. Contohnya posisi wanita di atas.

Sebaliknya, hindari posisi yang memperdalam penetrasi seperti doggy style atau posisi yang membuat kaki wanita melayang.

Baca juga: Kenali 4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Usai Berhubungan Seks

3. Terlalu Cepat atau Terlalu Lama Bercinta

Ada kalanya Anda tak punya banyak waktu untuk bercinta. Hal ini dapat meningkatkan risiko vagina bengkak dan nyeri setelah bercinta karena kemungkinan besar kurang pelumas.

Sebaliknya, bila terlalu lama bercinta, akan terlalu banyak gesekan akibat penetrasi, sehingga bisa dipastikan vagina akan bengkak dan nyeri setelah berhubungan.

Cara mengatasi vagina bengkak akibat kondisi ini bisa dilakukan dengan kompres dingin dari balik celana dalam selama 10-15 menit. Namun, jangan sampai es bersentuhan langsung dengan vagina karena akan semakin mengiritasi.

Selain itu, pastikan waktu foreplay cukup dan mulailah proses bercinta dengan lembut dan perlahan.

4. Sensitif dengan Kondom Berbahan Lateks

Sebagian orang alergi atau sensitif dengan kondom berbahan lateks. Jadi, ada kemungkinan Anda mengalami iritasi vagina bila kerap menggunakan kondom berbahan lateks saat berhubungan.

Cara mengatasi vagina bengkak dan mengurangi keluhan bisa dilakukan dengan kompres dingin dari balik celana dalam selama 10-15 menit. Lalu, hindari penggunaan kondom lateks.

Alternatifnya, gunakan kondom berbahan polyurethane.

Namun, perlu diketahui bahwa kondom jenis ini lebih mudah lepas atau bocor ketimbang yang berbahan lateks. Carilah metode keluarga berencana lain yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pasangan.

5. Mengalami Infeksi Vagina

Penyebab vagina bengkak dapat terjadi akibat infeksi. Gejalanya tak hanya terasa nyeri, tetapi juga gatal, perih, panas seperti terbakar, hingga muncul keputihan. Penyebab infeksi dapat berupa jamur, bakteri, infeksi menular seksual, atau yang lainnya.

Bila Anda mengalami tanda-tanda infeksi vagina, hindari mendiagnosis dan mengobati diri sendiri. Segera konsultasikan dengan dokter agar pengobatan sesuai dengan penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan pun umumnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Untuk mencegah infeksi vagina di kemudian hari, ada beberapa hal yang bisa diterapkan, di antaranya, gunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual, Bilas area kewanitaan setelah buang air kecil ataupun setelah bercinta dan Hindari mencuci vagina (douching) secara rutin. Kebiasaan ini dapat mengganggu keseimbangan pH vagina sehingga infeksi lebih mudah terjadi.

Baca juga: Begini Cara Bersihkan Miss V dengan Rebusan Air Daun Sirih

6. Kondisi Medis Tertentu

Vagina bengkak dan nyeri yang hanya terjadi sesekali setelah bercinta umumnya wajar dialami. Namun, kalau ini terjadi setiap setelah atau selama bercinta, bisa jadi merupakan tanda dari beberapa kondisi medis.

Kondisi medis yang dimaksud, misalnya endometriosis, penyakit radang panggul, dan tumor jinak pada rahim. Selain itu, penyebab vagina bengkak dapat diakibatkan oleh kista bartholin. Gejalanya tidak hanya bengkak, tetapi juga vagina bisa berwarna merah, lunak, dan panas.

Dokter biasanya akan melakukan swab dan juga biopsi untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan. Pengobatannya tergantung dari ukuran kista. Kista yang berukuran besar mungkin membutuhkan tindakan operasi.

Kemudian, melansir dari sumber yang sama, berikut juga tips mengatasi penyebab vagina bengkak setelah bercinta, yang perlu Anda coba.

Vagina bengkak setelah berhubungan dapat diatasi dengan kompres dingin atau bilas beberapa kali dengan air dingin. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Kemudian, Selalu mulai dengan lembut dan perlahan. Setelah itu, Jangan lupa foreplay. Ini adalah kunci dari hubungan intim yang nyaman dan berkualitas. Selanjutnya, menjaga kebersihan vagina. Caranya, bersihkan vagina saat mandi secara rutin dengan air mengalir.

Jangan menggunakan produk sabun pembersih vagina atau pewangi vagina dan Pastikan untuk membasuh vagina dari depan ke belakang untuk mencegah penyebaran bakteri dari bokong ke vagina.

Setelah dibersihkan, keringkan vagina dengan baik sebelum memakai celana dalam. Gunakan celana dalam yang nyaman, tidak terlalu ketat dan dapat menyerap keringat. Konsumsi yoghurt untuk menjaga pH vagina dan meningkatkan bakteri baik. Gunakan kondom saat berhubungan untuk mencegah penyakit menular seksual.

Jika Anda mengalami vagina bengkak setelah berhubungan, jangan tunggu untuk memeriksakan kondisi Anda. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat sehingga keluhan yang dialami bisa segera teratasi. (C)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga