adplus-dvertising

Ini Fungsi RAM di HP dan Cara Meningkatkan Kinerjanya

Haerani Hambali, telisik indonesia
Selasa, 06 Juli 2021
1059 dilihat
Ini Fungsi RAM di HP dan Cara Meningkatkan Kinerjanya
RAM merupakan salah satu spesifikasi yang biasa dijadikan pertimbangan pembelian smartphone. Foto: Repro Liputan6.com

" RAM merupakan salah satu spesifikasi yang biasa dijadikan pertimbangan pembelian smartphone. Kapasitas RAM smartphone pun bervariasi, mulai dari 1, 4, 8, 12, dan bahkan hingga 18 GB. "

KENDARI, TELISIK.ID - RAM merupakan salah satu spesifikasi yang biasa dijadikan pertimbangan pembelian smartphone. Kapasitas RAM smartphone pun bervariasi, mulai dari 1, 4, 8, 12, dan bahkan hingga 18 GB.

Apa sebenarnya RAM dan fungsinya pada smartphone? Apakah besar kapasitas RAM akan memengaruhi performa ponsel secara keseluruhan? Simak penjelasannya di artikel ini, seperti dilansir dari Kompas.com.

RAM adalah kepanjangan dari Random Access Memory. Secara teori, RAM memiliki prinsip kerja yang sama dengan memori internal (storage) yang biasa dipakai untuk menyimpan berbagai foto, video, aplikasi, dan lain sebagainya di ponsel.


Namun kemampuan membaca (read) dan menulis (write) RAM jauh lebih cepat dan mumpuni dibanding storage. RAM bisa diibaratkan sebagai kantong celana, sementara memori internal adalah tas punggung. Apabila kita ingin menyimpan sesuatu dengan cepat dan bisa dijangkau, tentunya kita akan memilih kantong celana dibanding tas.

Fungsi utama RAM adalah menyimpan berbagai file sistem atau aplikasi yang sedang dipakai oleh sistem ponsel "untuk sementara waktu".

Karena disimpan di sana, ponsel otomatis akan membaca, menjalankan, atau meluncurkan suatu aplikasi dengan cepat.

Sebelum disimpan di RAM, berbagai file sistem dan aplikasi yang ada di ponsel sendiri, termasuk file sistem operasi (OS), tersimpan di memori internal perangkat.

Ketika hendak dibutuhkan, file-file atau aplikasi tersebut lantas akan dimuat ke dalam RAM agar ponsel bisa menjalankannya dengan lancar.

Ketika file atau suatu aplikasi tidak dipakai, maka RAM secara otomatis akan menghapusnya, supaya porsi RAM yang terpakai tadi, bisa digunakan kembali oleh aplikasi lain.

Seluruh informasi yang tersimpan dalam RAM juga biasanya akan hilang atau dihapus secara otomatis, apabila ponsel di-restart.

RAM juga berguna untuk menjalankan lebih dari satu aplikasi secara bersamaan, tanpa memperlambat performa ponsel secara keseluruhan. Proses ini biasa disebut multi-tasking.

Ketika melakukan hal ini, pengguna bisa menyimpan lebih dari satu aplikasi yang sering digunakan di dalam RAM (background) ponsel, ketika mereka ingin membuka aplikasi lainnya.

Nah, pada saat aplikasi tersebut hendak dijalankan, pengguna lantas bisa langsung memakainya tanpa harus menunggu berlama-lama, atau melihat layar tunggu (loading screen) yang biasa ditampilkan ketika suatu aplikasi dijalankan.

Hal ini bisa dibilang bakal membuat penggunaan smartphone menjadi efisien.

Sebab, apabila suatu aplikasi tidak disimpan di dalam RAM, maka ponsel akan membaca data aplikasi tersebut dari memori internal dan lantas memindahkannya ke RAM secara berulang kali.

Di atas kertas, semakin besar RAM, maka akan semakin besar pula ruang yang bisa digunakan untuk menyimpan berbagai aplikasi untuk proses multitasking.

Sehingga, pengguna tidak perlu menutup aneka aplikasi favoritnya atau membersihkan RAM secara berkala.

Namun, hal itu agaknya tidak berlaku untuk smartphone bermerek Apple. Sebab, kapasitas RAM di iPhone biasanya memang tidak sebesar ponsel Android, meski keduanya berasal dari generasi atau meluncur di tahun yang sama.

Kendati demikian, bukan berarti iPhone lebih lambat dari ponsel Android. Pasalnya, berbagai aplikasi yang berjalan di iPhone biasanya dioptimalkan sedemikian rupa, agar tidak memakan RAM berlebih, namun tetap berjalan dengan lancar.

Hal ini dimungkinkan karena iPhone menjalankan sistem operasi (OS) bikinan Apple sendiri, yaitu iOS.

Di sisi lain, ponsel yang ber-OS Android digunakan oleh banyak vendor ponsel, sehingga proses optimasi untuk berbagai aplikasi, mungkin akan merepotkan si pengembang aplikasi itu sendiri.

Selain itu, manajemen RAM dan sistem notifikasi di iPhone juga diatur sedemikian rupa oleh Apple supaya lebih hemat RAM.

Pertanyaan lain kemudian muncul, apakah kita membutuhkan ponsel dengan RAM besar? Jawaban dari pertanyaan tersebut tentunya tergantung pemakaian si pemilik ponsel.

Sebab, semakin banyak aplikasi yang dipasang atau dijalankan, maka semakin besar pula RAM yang dibutuhkan.

Hal ini juga berlaku ketika bermain game. Apabila pengguna gemar memainkan berbagai game berat, seperti PUBG Mobile atau Asphalt 9, maka mereka sejatinya membutuhkan RAM yang lebih besar agar game tersebut bisa dimuat ke dalam RAM.

Sebab, kedua game tersebut bakal memakan sekitar 1 GB RAM ketika sedang dijalankan. Adapun smartphone kelas menengah yang dijual di pasaran saat ini dibekali dengan RAM dengan kapasitas yang bisa dibilang sudah cukup besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Buruan, Samsung Galaxy A22 Jadi HP 5G Termurah, Ini Spesifikasinya

Baca juga: Wow, 5 Youtuber Indonesia Ini Paling Tajir Tahun 2021, Penghasilannya Bikin Iri

Baca juga: Spesifikasi Oppo Reno6 Pro Plus Akhirnya Terungkap

Cara meningkatkan kinerja RAM

Dilansir dari Liputan6.com, pada dasarnya RAM pada Android tidak bisa diotak-atik karena sudah tertanam di dalam sirkuit perangkat. Namun, ada beberapa cara untuk meningkatkan kinerja RAM.

Widget dan live wallpaper bisa sangat memakan penggunaan RAM. Banyaknya aktivitas refresh, pemenuhan bandwidth, dan widgen yang terus aktif juga dapat memengaruhi kapasitas RAM dan membuat Android jadi lebih lemot.

Banyaknya aplikasi bisa menguras kapasitas RAM. Kamu bisa menghapus atau menutup aplikasi yang tidak penting atau tidak sedang kamu gunakan. Jika aplikasi tidak bisa dihapus atau kamu masih memerlukannya, kamu bisa menutup aplikasi tersebut agar tidak terus berjalan.

Ini dapat dilakukan di Pengaturan> Aplikasi, lalu ketuk aplikasi. Di bawah judul Memori, kamu dapat melihat berapa banyak RAM yang telah digunakan dalam 3 jam terakhir. Kamu bisa memilih opsi force stop untuk mencegah aplikasi memakan RAM.

Pada Android yang tidak diroot, akan ada aplikasi-aplikasi bawaan yang tidak bisa dihapus. Aplikasi-aplikasi ini terkadang tidak berguna namun bisa memakan kapasitas RAM.

Meski tidak bisa dihapus, kamu masih bisa menonaktifkannya agar aplikasi tidak memakan RAM. Caranya adalah dengan masuk ke pengaturan, pilih menu aplikasi, lalu pilih aplikasi yang akan dinonaktifkan. Setelah itu pilih opsi disable app atau nonaktifkan aplikasi.

Animasi sering mencuri kapasitas RAM dan sangat tidak penting. Kamu dapat mengatur ini di opsi pengembang atau developer. Untuk mengaktifkan Opsi Pengembang di perangkatmu, buka Pengaturan, lalu Tentang Telepon/About Phone lalu ketuk nomor build sekitar tujuh kali sampai memberitahukan bahwa kamu telah menjadi pengembang.

Setelah selesai melakukannya, kembali ke pengaturan ponsel dan gulir ke bawah ke Opsi Pengembang. Selanjutnya, masuk ke bagian Drawing dan matikan opsi berikut:

Menginstal aplikasi Smart Booster di Play Store juga bisa digunakan membersihkan RAM, dengan menekan ikon roket yang berada di kanan bawah layar. Setelah itu kamu bisa mulai membersihkan RAM.

Klik setting lalu pilih opsi RAM Boost. Akan ada pilihan boost level mulai dari Gentle, Medium, Strong, dan Aggresive. Kamu bisa memilih level Aggresive untuk melakukan pembersihan RAM secara maksimal.

Pembersihan ini biasanya dilakukan ketika layar ponsel menyala. Kamu juga bisa melakukan pembersihan di saat layar mati atau sedang tidak digunakan. Caranya adalah dengan mencentang opsi Boost when screen off dan mengubah opsi Delay yo boost when screen off menjadi Immediately.

Kamu juga bisa mengaktifkan pembersihan otomatis dengan mencentang opsi Boost automatically dan mengubah RAM threshold (MD) menjadi 100MD dan atur Boost interval sesuai waktu pembersihan yang kamu inginkan. (C)

Reporter: Haerani Hambali

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga