Ini Kronologis Ibu Kandung Gorok Leher 3 Anaknya Hingga Tewas

Ones Lawolo, telisik indonesia
Jumat, 11 Desember 2020
0 dilihat
Ini Kronologis Ibu Kandung Gorok Leher 3 Anaknya Hingga Tewas
Marina Tafona'o alias Ina Fani, pelaku pembunuhan tiga anaknya sendiri. Foto: Ones Lawolo/Telisik

" Sedang kita periksa. Motif sementara hanya karena tekanan ekonomi. "

MEDAN, TELISIK.ID - Kepolisian Resor (Polres) Nias telah menetapkan Marina Tafona'ò alias Ina Fani (30), warga Dusun II Desa Banua Sibohou, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut), sebagai tersangka.

Marina ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan anak di bawah umur yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri. Aksi brutalnya itu terjadi pada Rabu 9 Desember 2020 sekira pukul 13.30 WIB.

Kapolres Nias, AKBP Wawan mengatakan, pelaku pembunuhan tersebut telah ditangkap.

"Tiga orang anak kandungnya yang masih balita dibunuhnya dengan cara leher digorok. Pelaku sudah ditangkap dan masih dalam pemeriksaan," kata AKBP Wawan kepada Telisik.id saat dikonfimasi Jumat (11/12/2020).

AKBP Wawan menjelaskan kronologis pembunuhan sadis itu, bermula saat suami pelaku yang bernama Nofedi Lahagu alias Ama Fina (29) pergi ke TPS 02 di Desa Banua Sibohou untuk melakukan pencoblosan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Utara.

"Sebelum suaminya berangkat sempat pamit terlebih dahulu kepada pelaku Marina Tafona'o alias Ina Fina dan para korban. Kemudian, sore harinya dikabarkan kepada Nofedi Lahagu bahwa anaknya telah digorok lehernya di dalam kamar di rumahnya," jelasnya.

Baca juga: Kasus Pajak Reklame Libatkan ASN Kendari Jalan di Tempat

Mendengar infomasi tersebut, Nofedi Lahagu langsung bergegas pulang. Sesampai di rumah, Nofedi Lahagu melihat anaknya tergeletak dengan leher tergorok pisau.

"Suami pulang dari TPS ketika dikabari info anaknya telah dibunuh. Melihat anaknya tewas terluka akibat leher digorok oleh istrinya, suami mengabari kepada Polisi yang bertugas di Polsek Tuhemberua. Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Tuhemberua bersama dengan Kasat Reskrim dan anggota menuju tempat kejadian," tuturnya.

"Petugas langsung mengevakuasi korban dengan dibawa ke rumah sakit untuk autopsi. Sementara pelaku tertidur di samping anak-anaknya yang telah dibunuhnya. Pelaku bersama barang bukti berupa parang telah diamankan petugas," tambahnya.

Sebelumnya, AKBP Wawan mengungkapkan bahwa motif kejadian tersebut hanya karena tekanan ekonomi.

"Sedang kita periksa. Motif sementara hanya karena tekanan ekonomi," pungkasnya mengakhiri.

Diketahui, identitas korban yang merupakan anak kandung pelaku bernama Yunius Lahagu alias Yuyu (5), Suserman Lahagu alias Susen (4), dan Delfan Lahagu alias Delfan (2). (A)

Reporter: Ones Lawolo

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga