adplus-dvertising

Ini Prediksi BMKG Soal Lamanya Puncak Musim Hujan Berlangsung

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Jumat, 21 Januari 2022
776 dilihat
Ini Prediksi BMKG Soal Lamanya Puncak Musim Hujan Berlangsung
Sebagian wilayah Indonesia masih di puncak musim hujan. Foto: Jawapos.com

" Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di awal 2022, banjir sudah dilaporkan terjadi di sejumlah daerah "

JAKARTA, TELISIK.ID - Sebagian besar wilayah Indonesia masih di puncak musim penghujan. Di antaranya dilaporkan terjadi banjir.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di awal 2022, banjir sudah dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, yakni Aceh Timur (Aceh), Padang Lawas (Sumatera Utara), Semarang (Jawa Tengah), Bungo (Jambi), Kediri (Jawa Timur).

Kemudian Nunukan (Kalimantan Utara), Jayapura (Papua), Cirebon (Jawa Barat), Balangan (Kalimantan Selatan), Solok (Sumatera Barat), Jember (Jawa Timur), Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan), Garut (Jawa Barat) dan Konawe (Sulawesi Tenggara).


Kendati banjir sudah menimpa sejumlah daerah tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak hujan masih berlangsung.

Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Supari menyebut, sebagian wilayah belum melalui puncak musim hujan.

"Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, puncaknya Januari-Februari, jadi masih sangat mungkin ada hujan-hujan lebat," kata Supari, dikutip Kompas.com, Senin (17/1/2021).

Baca Juga: 2024, Ibu Kota Negara Siap Pindah dari DKI Jakarta ke Nusantara

BMKG memperkirakan, puncak musim hujan di 244 dari 342 zona musim (ZOM) di Indonesia terjadi terjadi di dua bulan pertama tahun 2022 ini.

Itu artinya mayoritas wilayah di Indonesia saat ini masih ada di tengah puncak musim hujan. Sementara akhir musim penghujan diprediksi akan terjadi pada April-Mei mendatang.

Supari menjelaskan, hujan lebat sebenarnya jarang menjadi faktor tunggal yang dapat menyebabkan banjir.

"Hujan yang esktrem hingga batas tertentu tidak selalu menjadi bencana selama lingkungannya baik," sebut Supari.

Baca Juga: Bansos Tunai Rp 600.000 Segera Cair, Ini Kriteria Penerima

Sebaliknya, jika lingkungan rusak namun tidak terjadi hujan, banjir juga disebut tidak mungkin terjadi.

Dia menekankan, banjir timbul akibat terjadi lebih dari satu faktor penyebab dalam waktu yang bersamaan.

Secara umum, banjir terjadi akibat kombinasi faktor atmosfer yaitu hujan lebat dan faktor permukaan yakni kondisi lingkungan (rusak). Sehingga akan sangat tergantung pada kondisi masing-masing faktor. Potensi untuk terjadi banjir di daerah tertentu pun disebut masih ada. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Kardin

Baca Juga