adplus-dvertising

Jalan Trans Sulawesi Rusak Parah, Ekonomi Masyarakat Makin Sulit

Muh. Risal H, telisik indonesia
Jumat, 03 Desember 2021
1337 dilihat
Jalan Trans Sulawesi Rusak Parah, Ekonomi Masyarakat Makin Sulit
Kondisi saat ini jalan poros Trans Sulawesi jalur menuju Desa Loka, Kecamatan Tolala. Foto: Ist

" Jalan poros Trans Sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Tolala dan Kecamatan Porehu menuju Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), rusak parah "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Jalan poros Trans Sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Tolala dan Kecamatan Porehu menuju Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), rusak parah.

Akibatnya, aktivitas masyarakat Desa Loka, Kecamatan Tolala yang setiap harinya menggunakan akses jalan tersebut menuju ibu kota kecamatan dan desa-desa tetangga, tidak berjalan normal bahkan hampir terisolir.

Selain itu, sulitnya akses transportasi angkutan umum (logistik) kecuali menggunakan mobil hardtop dan dump truck mempengaruhi pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat setempat.


Dampaknya, harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan masyarakat harus rela membeli di atas harga normal.

Diberitakan sebelumnya, salah satu warga Desa Loka, Rijelaeni (38) menuturkan, sejak dua tahun terakhir jalan Trans Sulawesi menuju desanya rusak parah, sehingga susah dilalui angkutan umum atau mobil pengangkut sembako.

Akibatnya, harga kebutuhan pokok seperti beras 50 kilogram mencapai Rp 600.000 sampai Rp 700.000. Tidak hanya beras, kebutuhan  lainnya juga ikut naik," kata Rijelaeni, Rabu (11/8/2021).

Kondisi Jalan poros Trans Sulawesi jalur menuju Desa Loka, Kecamatan Tolala. Foto: Ist.

 

Kerusakan akses jalan tersebut, tidak hanya berimbas pada sektor ekonomi. Tapi juga berimplikasi di sektor pelayanan kesehatan masyarakat setempat dan pendidikan anak-anak.

"Rusaknya jalan juga menyulitkan proses evakuasi warga yang sakit atau ibu yang mau melahirkan menuju puskesmas. Harus menggunakan mobil dump truck atau mobil hardtop," bebernya.

Ironisnya, kerusakan tersebut sudah terjadi beberapa tahun belakangan ini, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra seakan-akan menutup mata.

Baca Juga: Rusak Parah, Anggota DPRD Bersama Warga Kembali Blokade Jalan Provinsi di Butur

Bukan membaik, kondisi jalan lintas tersebut justru semakin rusak. Bahkan informasi yang dihimpun Telisik.id, Jumat (3/11/2021), jalan poros trans Sulawesi tersebut dialiri air hujan, sehingga penampakannya lebih mirip bekas aliran sungai dibanding akses jalan masyarakat.

Beberapa ruas jalan juga tertutup material longsor membuat jalur warga menyempit. Tidak hanya itu, tiang listrik beton milik PNL yang roboh ikut memperparah penderitaan masyarakat pengguna jalan.

Menurut Sekertaris Desa (Sekdes) Loka, Risal, saat ini akses jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua kecuali hartop.

"Kami tunggu 2 sampai 3 hari. Menurut info, saat ini sudah ada perbaikan dari arah Kecamatan Porehu. Pak Desa juga sudah menelpon ke Pemkab. Jawabannya sama," terangnya, Jumat (3/12/2021).

Sebelumnya, ia telah memposting di media sosial Facebook terkait kondisi jalan menuju desanya menggunakan akun pribadinya.

Baca Juga: Penuhi Janji pada Warga, Jalan Lantowonua Mulai Diaspal

"Kepada yng kami hormati dinas terkait, inilah kondisi akses Tolala-Loka Larui, mohon bantuannya ini hanya sebagian kecil, silakan ditinjau langsung ..

Dan yng perlu diketahui bahwa ini adalah jalan "TRANS SULAWESI", unggahnya di akun Facebook, Kamis (2/12/2021). (B)

Reporter: Muh. Risal H

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga