Jalur Truk TPAS Puuwatu Dipenuhi Sampah hingga Menggunung, Pemkot Kendari Turunkan 6 Alat Berat
Muhammad Israjab, telisik indonesia
Jumat, 15 Mei 2026
0 dilihat
Potret alat berat sedang membersihkan sampah yang sudah menggunung, sehingga menutupi jalur Zona A TPAS Puuwatu. Foto: Muhammad Israjab/Telisik
" Jalur truk pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sempat sulit diakses kendaraan, Kamis (14/5/2026) sekira 15.30 Wita "

KENDARI, TELISIK.ID - Jalur truk pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sempat sulit diakses kendaraan, Kamis (14/5/2026) sekira 15.30 Wita.
Tepatnya di Zona A TPAS Puuwatu, karena sempat tertutup tumpukan sampah yang sudah menggunung.
Pemkot pun sudah mengerahkan alat berat, mendorong tumpukan sampah ke pinggir jalan, agar kendaraan truk pengangkut sampah bisa melintas.
Sejak Rabu (13/5/2026), sampah menumpuk hingga menggunung di sepanjang jalan, lokasi tersebut.
Baca Juga: SMAN 3 Kendari Sulap LASKAR 2026 jadi Arena Cetak Pemimpin Muda Tangguh di Era Globalisasi
Padahal lokasi tersebut bukan tempat pembuangan, tetapi jalur keluar-masuk truk pengangkut sampah. Bahkan jalan sempat tertutup total, sehari sebelumnya.
Membuat truk sampah tidak dapat melintas. Menyebabkan antrean truk, hingga di kawasan perumahan sekitar TPAS.
Hal ini sudah sering berlangsung, bahkan terjadi tiga bulan terakhir
Padahal saat kunjungan tim Kementerian Lingkungan Hidup sempat tak ada masalah, namun kembali berulang.
“Tapi kembali carut-marut setelah itu (kunjungan),” ujar seorang tak ingin disebutkan namanya.
Belum lagi alat berat dan ketersediaan bahan bakar solar terbatas. Membuat aktivitas pembersihan sering terhenti.
Hingga kini, TPAS hanya memiliki satu unit ekskavator kondisi rusak dan dozer kerap mengalami gangguan, sehingga tak bekerja maksimal saat dioperasikan.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPAS Puuwatu, Syahrani, sampah menumpuk akibat kondisi jalan berlumpur, sehingga sulit dilalui kendaraan.
Apalagi hujan sepekan terakhir, area pembuangan menjadi berlumpur. Akibatnya, truk tidak dapat masuk ke area tersebut.
Alhasil, truk terpaksa membuang sampah di akses jalan masuk TPAS. Supaya proses pengangkutan sampah tetap berjalan.
Ia membantah, kurangnya pasokan BBM, sehingga menjadi penyebab tumpukan sampah tak bisa diatasi.
“Kalau solar kami ada, karena kami berlangganan Pertamina,” katanya.
Baca Juga: Usaha Modal Rp 500 Ribu di Depan Rumah jadi Peluang Menjanjikan untuk Pemula
Pihak TPAS Puuwatu juga terus membersihkan jalur tersebut, agar bisa dilalui kendaraan truk, dengan mengoperasikan alat berat.
Syahrani menjelaskan, telah memesan sekira 200 ret material timbunan. Untuk memperbaiki akses jalan di Kawasan TPAS, untuk menimbun lumpur dan mudah dilalui truk sampah.
Sementara, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, sudah menurunkan empat unit ekskavator dan dua unit dozer.
“Tetapi teman-teman boleh ke sana sekarang. Saya sudah turunkan alat berat empat eksa dan dua dozer. Boleh dicek ke sana sekarang,” ujarnya saat dikonfirmasi. (A)
Penulis: Muhammad Israjab
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS