RI Putar Haluan ke Minyak Nigeria di Tengah Krisis Selat Hormuz
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 15 Mei 2026
0 dilihat
Indonesia mulai mendatangkan minyak Nigeria untuk menjaga pasokan energi di tengah krisis Selat Hormuz. Foto: Repro Kumparan
" Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong Indonesia mempercepat diversifikasi impor energi "

JAKARTA, TELISIK.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong Indonesia mempercepat diversifikasi impor energi, termasuk mendatangkan minyak mentah Nigeria demi menjaga pasokan nasional tetap aman.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan minyak mentah dari Nigeria mulai masuk ke Indonesia sebagai bagian dari langkah diversifikasi sumber impor energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pengiriman minyak mentah dari Nigeria telah berjalan dan sebagian sudah tiba di Indonesia.
"Beberapa sudah terwujud, (salah satunya dari Nigeria) sudah dalam proses pengerjaan, beberapa sudah (tiba)," kata Laode, seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/5/2026).
Pemerintah mempercepat pencarian sumber minyak alternatif setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang menangani sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia.
Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Ditutup 70 Hari, Cadangan Minyak Global Terkuras 1 Miliar Barel
Selat Hormuz juga menjadi jalur utama sekitar 80 persen perdagangan minyak dan liquefied natural gas (LNG) dari Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Kondisi tersebut membuat pemerintah mulai mengamankan pasokan minyak dari negara-negara yang jalur pengirimannya tidak melewati kawasan tersebut.
Laode mengatakan langkah diversifikasi impor dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan energi nasional apabila konflik geopolitik terus meluas. Selain Nigeria, pemerintah juga membidik Rusia dan Amerika Serikat sebagai sumber alternatif impor minyak mentah.
Pemerintah memastikan cadangan energi nasional, termasuk minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG, masih berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sering mengatakan bahwa terkadang kami harus begadang sepanjang malam setiap hari untuk memastikan ketersediaan stok yang memadai. Itulah yang kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Laode.
Baca Juga: Satu Tanker Muat LPG RI Bisa Melintas Selat Hormuz
Sebelum konflik Iran pecah, sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Untuk mengantisipasi krisis pasokan akibat gejolak geopolitik, pemerintah mulai membuka jalur impor baru dari sejumlah negara seperti Angola, Nigeria, Brasil, Amerika Serikat, dan Rusia.
Pada April 2026 lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow.
Dari pembicaraan tersebut, Indonesia mengamankan komitmen pasokan 150 juta barel minyak mentah dari Rusia yang pengirimannya dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS