adplus-dvertising

Johannes Robert, Totalitas Jadi Abdi Negara untuk Membangun Sulawesi Tenggara

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Rabu, 28 September 2022
599 dilihat
Johannes Robert, Totalitas Jadi Abdi Negara untuk Membangun Sulawesi Tenggara
Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, Johannes Robert. Foto: Ist.

" Bappeda Sultra di bawah kepemimpinan Johannes Robert, berhasil mewujudkan program-program strategis sang gubernur, seperti tertuang dalam RPJMD Sultra 2018-2023 "

KENDARI, TELISIK.ID – Dengan pengalaman puluhan tahun sebagai ASN di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara, membuat Johannes Robert ST, MT matang menjadi sosok perencana pembangunan daerah di Bumi Anoa.

Keberadaan Johannes Robert di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terbilang cukup lama. Di mana ia pertama kali terangkat sebagai ASN pada tahun 1998 silam.

Pria kelahiran Makassar 7 Januari 1967 ini resmi menjadi Kepala Bappeda Sultra pada 28 Agustus 2020 lalu setelah dilantik oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi yang sebelumnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt).


Bappeda Sultra di bawah kepemimpinan Johannes Robert, berhasil mewujudkan program-program strategis sang gubernur, seperti tertuang dalam RPJMD Sultra 2018-2023. Ia bertekad mewujudkan mimpi besar pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas (AMAN).

Selama berada di Bappeda, ia pernah ditempatkan di berbagai bidang. Pada 2002, Johannes Robert pernah menjabat sebagai Kasubbid Pemerintahan, Parsenibud dan Agama Bappeda Sultra. Kemudian di tahun 2005, ia diangkat menjadi Kasubbid Permukiman Bappeda Sultra.

Tiga tahun berikutnya, 2008, ia diamanahkan posisi Kasubbid Pemerintahan, Parsenibud dan Agama Bappeda Sultra. Namun setahun kemudian, ia menjabat sebagai Kasubbid Pemerintahan, Pendidikan dan Kependudukan Bappeda Sultra.

Di tahun 2012, Johannes Robert menjadi Kabid Sosbud Bappeda Sultra. Tidak lama setelah itu, Johannes Robert diberi amanah lagi sebagai Sekretaris Bappeda Sultra, pada 2013. Kemudian kembali diamanahkan di posisi yang sama pada tahun 2017.

Baca Juga: Sosok Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers Peraih Gelar 'Sir' Pertama dari Kerajaan Inggris

Atas kinerja yang baik selama menjalankan tugasnya di berbagai jabatan, maka Johannes Robert pun meraih prestasi Satyalancana Karya Satya X Tahun oleh Presiden RI pada tahun 2011.

Tidak hanya itu, ia pun sudah beberapa kali mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas tertentu ke luar negeri, baik penugasan yang diberikan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, Johannes Robert. Foto: Ist.

 

Penugasan yang pernah dikerjakan di antaranya, ia pernah mendapat penugasan ke Jepang pada November 2006 oleh kemendagri dalam rangka regional development management. Kemudian pada November 2009, ia ditugaskan ke Belanda oleh Bappenas dalam rangka regional economic development support (Reds) linkage.

Enam tahun berikutnya, Bappenas kembali menugaskannya ke Australia pada April 2015 dalam rangka water supply and sanitation management.

Sementara di tingkat pemerintah provinsi, Johannes Robert pernah dapat penugasan ke Jepang pada Januari 2016 oleh Sekda Provinsi Sultra dalam rangka kunjungan kerja ke kantor pusat JICA. Kemudian pada Oktober 2019, Gubernur Sultra pun menugaskannya untuk kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

Di tahun yang sama pada bulan Desember, ia kembali ditugaskan Gubernur Sulawesi Tenggara mendampingi dirinya untuk kunjungan kerja ke Jerman. Ia pun memulai karir pendidikannya di SD Kristus Raja Jayapura dan tamat tahun 1980. Kemudian lanjut di SMP Negeri 2 Jayapura dan tamat pada 1983. Sedangkan di tingkat menengah atas, ia masuk di SMA Negeri 1 Jayapura.

Setelah melepas seragam putih abu-abunya pada 1986, Johannes Robert melanjutkan studinya di Jurusan Planologi Universitas 45 Makassar. Tamat tahun1994, ia kembali melanjutkan pendidikannya di tingkat Magister dengan mengambil jurusan yang sama MPKD (Planologi) di Universitas Gaja Mada (UGM) Yogyakarta dan menyesaikan S2-nya pada 2004.

Di tengah kesibukan sebagai pejabat birokrasi, suami dari Sri Retno Darmayanti itu tak lupa meluangkan waktu untuk berkumpul bersama kelurganya. Saat ini ia dikaruniai dua orang anak, yaitu Athala Kevin B.G. Maturbongs dan Winona Raissa B.S. Maturbongs.

Wujudkan Lima Pilar Program Kerja AMAN

Salah satu program besar Bappeda Sultra adalah mewujudkan program kerja dari Gubernur Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas atau AMAN, yakni terdapat lima pilar program kerja.

Lima pilar program AMAN tersebut merupakan item-item yang terkait dengan infrastruktur, mulai dari pilar Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Sultra Peduli Kemiskinan, Sultra Beriman dan Berbudaya dan Sultra Produktif.

Kepala Bappeda Sultra, Johannes Robert mengatakan, lima pilar ini berawal dari program prioritas yang sebenarnya ada di bawah pendekatan pembangunan yang disebut dengan Gerakan Akselerasi Pembangunan Daratan Lautan (Garbarata).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tenggara, Johannes Robert (kanan) saat menerima kunjungan Pemerintah AS. Foto: Repro bappedasultra.go.id

 

Pilar pertama yaitu Sultra Cerdas, di mana alokasi program dan kegiatan meliputi beberapa perangkat daerah, antara lain adalah program Sultra Cerdas itu sendiri, bantuan operasional sekolah, pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan, program pendidikan menengah, program pendidikan luar biasa, pembinaan dan pemasyarakatan olahraga, sarana dan prasarana olahraga.

Pilar kedua yaitu Sultra Sehat. Alokasi program dan kegiatan dari pilar kedua ini meliputi beberapa perangkat daerah, antara lain adalah pembangunan rumah sakit jantung dan pembuluh darah, peningkatan mutu dan keamanan pangan, peningkatan ketahanan pangan, perbaikan gizi masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak, upaya kesehatan perorangan, pembangunan lingkungan sehat, peningkatan sistem jaminan kesehatan, penanggulangan penyakit tidak menular (PTM), imunisasi dan surveilans kesehatan.

Baca Juga: Mengenal Agus Tandur, Coach Bertangan Dingin Sukses Kalahkan Tim Raksasa NTT

Pilar ketiga yaitu Sultra Peduli Kemiskinan. Alokasi program dan kegiatan meliputi beberapa perangkat daerah, antara lain adalah program stimulus pengembangan perumahan masyarakat kurang mampu (bantuan stimulan), peningkatan kesempatan kerja, pemberdayaan fakir miskin, KAT dan PMKS lainnya, bantuan dan jaminan kesejahteraan sosial, pengembangan lembaga ekonomi pedesaan, peningkatan keberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi pedesaan, peningkatan peran dan fungsi tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPKD).

Pilar keempat yaitu Sultra Beriman dan Berbudaya. Alokasi program dan kegiatannya meliputi beberapa perangkat daerah, antara lain adalah program pengembangan nilai budaya, pengelolaan kekayaan budaya, pelestarian budaya, penguatan ideologi pancasila dan karakter kebangsaan, peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat, peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan, pemeliharaan kamtratibnas dan pencegahan tindak kriminal, penegakan perundang-undangan daerah.

Terakhir, pilar kelima yaitu Sultra Produktif. Di mana, alokasi program dan kegiatan dari pilar ini meliputi beberapa perangkat daerah, antara lain adalah program pembangunan jalan dan jembatan yakni pembangunan jalan akses pariwisata Kendari-Toronipa, peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, perlindungan dan konservasi sumber daya alam, pengendalian dampak perubahan iklim, pengembangan tata ruang dan kawasan konservasi laut, penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, rehabilitasi hutan dan lahan, perlindungan konservasi sumber daya hutan, peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian, peningkatan teknologi pertanian, pengembangan industri kecil dan menengah.

"Dari pendekatan pembangunan tersebut, diimplementasikan dalam wadah lima pilar. Sedangkan lima pilar ini mewadahi program prioritas yang diturunkan dari visi misi kepemimpinan AMAN," katanya kepada Telisik.id, belum lama ini.

Memasuki tahun keempat memimpin Provinsi Sulawesi Tenggara, lima pilar program kerja AMAN kini sudah kelihatan hasilnya, di antaranya adalah pembangunan jalan, pembangunan rumah sakit dan pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan perpustakaan modern. (A-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga