adplus-dvertising

Kadikbud Muna Diduga Bakal Potong Dana BOS Buat Kepentingan Pilkada

Sunaryo, telisik indonesia
Minggu, 01 Maret 2020
7649 dilihat
Kadikbud Muna Diduga Bakal Potong Dana BOS Buat Kepentingan Pilkada
Dana BOS. Foto : ilustrasi

" Sudah kita klarifikasi, sama sekali tidak ada potongan. Itu hoax semua. "

MUNA, TELISIK.ID- Dugaan bakal dipotongnya 4 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadibud) Muna, Ashar Dulu beredar luas di jejaring Media Sosial (Medsos) Facebook (FB).

Informasi tersebut secara berantai diposting di beranda grup FB oleh akun Bhalangara Wed. Dalam postinganya, akun tersebut menuliskan 'entah apa yang merasuki' sambil memposting hasil screnshot bertuliskan 'mirisnya bela pengakuan salah seoarang kepala sekolah di seberang bahwa, mereka diminta oleh kadis untuk pemotongan dana BOS sebanyak 4 persen untuk Pilkada 2020. Alee na ko doi gara'.

Sontak postingan tersebut banyak menarik perhatian para netizen. Ada yang menyebut hoax dan adapula yang membenarkan.


Baca Juga : Pemda Bantah Kucurkan Anggaran Daerah untuk Bangun Gazebo

Persoalan dugaan pemotongan dana BOS juga dibenarkan oleh beberapa mantan kepala sekolah yang namanya enggan dipublis. Menurut mereka, pemotongan kerap dilakukan setelah proses pencairan di bank dengan dalih untuk kepentingan ini dan itu. Mau tidak mau mereka harus menyetor. Belum lagi, pembelian buku pelajaran, diarahkan pada toko tertentu.  

Kadikbud Muna, Ashar Dulu melalui Manager BOS, Sarmada yang dikonfirmasi menapik tudingan itu. Katanya, informasi pemotongan dana BOS tidak benar. 

"Sudah kita klarifikasi, sama sekali tidak ada potongan. Itu hoax semua, " kelitnya.  

Baca Juga : Miliki 50 Paket Sabu, Pemuda Diringkus Polisi

Ia menerangkan, dana BOS dalam setahun sudah ada peruntukanya sesuai Petunjuk Teknis (Juknis). Diantaranya, pembayaran honor GTT dan penyediaan alat belajar siswa. 
Dananya pun cair secara bertahap yang langsung masuk kerekening sekolah.

 "Jadi tidak benar itu kalau ada pemotongan. Sekolah menerima secara utuh," tukasnya.  

Reporter:  Naryo
Editor: Sumarlin

Baca Juga