Keberangkatan HMI ke Kongres Pontianak Ricuh di Pelabuhan Murhum Baubau

Elfinasari, telisik indonesia
Kamis, 23 November 2023
0 dilihat
Keberangkatan HMI ke Kongres Pontianak Ricuh di Pelabuhan Murhum Baubau
Demo massa HMI berlangsung ricuh di Pelabuhan Murhum Baubau saat menuju kongres ke Pontianak. Foto: Elfinasari/Telisik

" Demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berlangsung ricuh di Pelabuhan Murhum Kota Baubau "

BAUBAU, TELISIK.ID - Demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berlangsung ricuh di Pelabuhan Murhum Kota Baubau, Kamis (23/11/2023). Demo tersebut dipicu oleh ketidakpemenuhan janji sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Koordinator HMI cabang Kendari, Mohamad Rum Syahruddin mengaku, kejadian tersebut berlangsung tak terkendali, beberapa kader HMI yang sedang menuju kongres di Pontianak terkena tindakan fisik. Ia menyatakan kemungkinan ada provokator

Belum jelas apakah pelaku adalah preman, aparat, atau buruh, namun kejadian ini menciptakan kebingungan dan situasi ricuh. Rombongan HMI berusaha masuk ke kapal Lambelu menuju Pontianak, tetapi terkendala.

“Insya Allah kami tetap tindaki, ada beberapa orang juga yang masih kita cari, saksi juga kita masih kumpulkan dari teman-teman,” tuturnya.

Baca Juga: Sejumlah Buaya Muncul Dipermukaan Kali Ambon Resahkan Warga Kota Baubau

Kepala Seksi Lala dan Usaha Jasa Kepelabuhanan, Herwan Rasyid menjelaskan, terkait persiapan kegiatan Kongres ke-32 HMI di Pontianak. Permintaan dispensasi potongan tiket untuk 50 orang telah diajukan sejak 15 November 2023 dan mendapatkan persetujuan dengan potongan 20 persen dari Kementerian Perhubungan.

Dengan harga tiket normal Rp 370 ribu, diskon 20 persen hanya membayar Rp 300 ribu dari Pelabuhan Murhum Baubau sampai ke Balikpapan.

Tetapi kenyataannya, KM Lambelu sudah penuh dengan tiket yang telah terjual. Informasi harga tiket yang bervariasi semakin menambah kerumitan situasi.

Kemudian telah dilaksanakan rapat dari Senin dengan melibatkan Kapolsek, KP3, Dinas Perhubungan, Kesbangpol, Satpol PP serta instansi terkait dengan hasil rapat, KM Lambelu telah penuh dengan tiket semua sudah terjual, jadi 20 persen yang diberikan oleh pemerintah merupakan potongan harga dengan kapasitas jumlah yang diterima tetapi penumpang non shit.

Pada saat rapat yang bersamaan diinformasikan, akan ada tim dari HMI cabang yang ada di Sulawesi Tenggara, awalnya disebut sebanyak 345 orang, begitu rapat kedua Rabu sore yang ada hanya 245 orang berdasarkan surat mereka ke KSOP Kendari sama ke Pelni.

Namun yang berangkat melalui kapal cepat dari Kota Kendari hanya 159 orang. Itulah sampai saat ini sebanyak 159 orang ditambah 2 orang, menjadi 161 orang yang belum memiliki tiket dari HMI Cabang Kendari, Kolaka Utara, Konawe dan lainnya.

“Tadi mereka sudah melakukan orasi untuk tetap masuk, tetapi sesuai arahan dari Direksi Pelni, siapapun tidak boleh masuk ke ruang tunggu pelabuhan sebelum memiliki tiket, lebih-lebih untuk naik ke kapal. Ya itu yang memicu ribut tadi, karena mereka mau masuk tetapi belum memiliki tiket,” tuturnya.

Pihaknya sudah lakukan rapat bersama pemerintah daerah dan hasilnya, untuk 161 orang akan diberikan bantuan dana dan harga tiket Rp 300 ribu, jika ditotal sebanyak Rp 40.300.000 disumbangkan oleh pemda, Pemkot Kota Baubau, Polres, KSOP, dan Pelni untuk membelikan tiket kepada massa HMI sehingga mereka bisa berangkat.

Salah satu anggota HMI, Defin menuturkan, berdasarkan hasil koordinasi seharusnya tidak terdapat kendala mengenai keberangkatan, karena telah diaturkan akan dilaksanakan tanpa kendala.

Baca Juga: Angka Pengangguran di Kota Baubau Capai 5,39 Persen, Pemkot Gandeng Pelajar Bidang Digital

"Mengenai unjuk rasa tadi di latar belakangi ketidakpemenuhan terhadap janji yang dilontarkan pihak Pelni dan Pemkot Baubau, sehingga demo guna mengkritisi maksud dan tujuan mereka dalam menghambat keberangkatan kami ke Pontianak," ucap Defin.

Pihak HMI juga melaporkan beberapa sentuhan fisik yang diduga melibatkan pihak kepolisian dan buruh, namun yang paling mencolok adalah dugaan campur tangan premanisme.

“Termasuk saya sendiri, dan beberapa teman saya menjadi korban," ungkapnya.

Dari pantauan Telisik.id pada pukul 12:00 Wita, HMI sudah diizinkan masuk oleh petugas pelabuhan. (A)

Penulis: Elfinasari

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga