Kekurangan Personel, Negara Ini Bayar Rp 8,4 Juta per Bulan Gabung Tentara

Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 23 Maret 2025
0 dilihat
Kekurangan Personel, Negara Ini Bayar Rp 8,4 Juta per Bulan Gabung Tentara
Taiwan tawarkan gaji tinggi bagi tentara di tengah ancaman China. Foto: Repro Reutres.

" Pemerintah Taiwan mengambil langkah serius untuk mengatasi kekurangan personel di angkatan bersenjata dengan menaikkan tunjangan bagi anggota militer "

TAIPEI, TELISIK.ID - Pemerintah Taiwan mengambil langkah serius untuk mengatasi kekurangan personel di angkatan bersenjata dengan menaikkan tunjangan bagi anggota militer.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan militer dari China yang terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Kenaikan gaji ini diumumkan langsung oleh Presiden Taiwan Lai Ching Te dalam kunjungannya ke markas militer. Pemerintah Taiwan berharap kebijakan ini dapat menarik lebih banyak sukarelawan untuk bergabung dengan angkatan bersenjata serta mempertahankan personil yang sudah ada agar tidak mengundurkan diri lebih awal.

Mulai 1 April, sukarelawan yang terdaftar akan menerima tunjangan tambahan hingga 5.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp 2,4 juta per bulan.

Sementara itu, anggota pasukan tempur akan mendapatkan kenaikan lebih dari dua kali lipat dengan tunjangan mencapai 12.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp 6 juta per bulan. Jika digabungkan dengan gaji pokok dan tunjangan lainnya, jumlah yang diterima anggota militer dapat mencapai 17.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp 8,4 juta per bulan.

Presiden Taiwan menegaskan bahwa peningkatan tunjangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pertahanan nasional. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan negara di tengah ancaman yang semakin nyata dari China.

Baca Juga: Kronologi 6 WNI Jemaah Umrah Tewas Kecelakaan di Arab Saudi, Bus Terbalik dan Terbakar

"Mari kita lindungi negara bersama-sama dan pastikan kehidupan kita sehari-hari penuh kebebasan dan demokrasi," kata Lai saat berbicara kepada pejabat militer dan Marinir di salah satu kamp militer, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (23/3/2025).

Pemerintah Taiwan juga menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah personil, tetapi juga untuk memperbaiki efisiensi dan kemampuan operasional militer dalam jangka panjang.

Kementerian Pertahanan Taiwan menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan strategi penting dalam memperkuat pertahanan negara.

"Tujuannya adalah untuk menstabilkan kemampuan pertahanan dan mendorong anggota layanan sukarela untuk bertahan lama, sambil menarik kaum muda untuk bergabung dengan militer," ujar Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataan resminya.

Kebijakan ini dibuat setelah muncul laporan bahwa semakin banyak tentara yang memilih keluar dari kontrak militer mereka lebih awal. Data menunjukkan bahwa jumlah personil militer yang mengundurkan diri secara dini meningkat hampir empat kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2020, hanya 401 personil yang keluar lebih awal dari kontrak mereka. Namun, angka ini melonjak drastis menjadi 1.565 orang pada tahun 2024.

Baca Juga: Sepuluh Negara Tak Pungut Pajak Penghasilan Warganya, Ingin Pindah?

Akibat banyaknya anggota militer yang keluar, jumlah personel militer sukarela di Taiwan mengalami penurunan hingga mencapai angka terendah sejak 2018. Pada Juni 2024, jumlah personil militer sukarela yang bertugas hanya 152.885 orang.

Sebagai bagian dari strategi pertahanan, pemerintah Taiwan juga telah meningkatkan anggaran militernya secara signifikan. Belanja pertahanan Taiwan pada tahun 2025 akan mencapai rekor tertinggi, yakni 647 miliar dolar Taiwan atau sekitar Rp 323 triliun. Jumlah ini setara dengan 2,5?ri Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan.

Ancaman terhadap Taiwan terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas militer China di sekitar wilayah Taiwan. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mengendalikan pulau tersebut.

China secara rutin mengirimkan jet tempur dan kapal perang ke sekitar Taiwan sebagai bagian dari tekanan militer. Sejak Presiden Lai Ching Te menjabat, latihan militer China di sekitar Taiwan semakin sering dilakukan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga