adplus-dvertising

Kelangkaan Kedelai di Indonesia Tak Pengaruhi Harga Tahu Tempe di Kota Kendari

Aris Mantobua, telisik indonesia
Rabu, 23 Februari 2022
1058 dilihat
Kelangkaan Kedelai di Indonesia Tak Pengaruhi Harga Tahu Tempe di Kota Kendari
Harga tahu dan tempe untuk saat ini belum mengalami kenaikan meskipun secara nasional kedelai langka. Foto: Aris Mantobua/Telisik

" Harga pangan hasil olahan kedelai, tahu dan tempe di dua pasar tradisional Kota Kendari, cenderung aman "

KENDARI, TELISIK.ID - Kelangkaan kedelai di beberapa wilayah Indonesia ternyata tidak berpengaruh di Kota Kendari.

Harga pangan hasil olahan kedelai, tahu dan tempe di dua pasar tradisional Kota Kendari, cenderung aman.

Pedagang kaki lima di Pasar Lawata, Waode mengungkapkan, harga tahu dan tempe untuk saat ini belum mengalami kenaikan harga.


"Hingga saat ini harga tempe masih 4 bungkus Rp 5 ribu, begitu juga harga tahu 15 potong Rp 5 ribu seperti biasa," ungkapnya, Rabu (23/2/2022).

Waode menambahkan, dalam satu hari tempe yang dijualnya berkisar antara 50 bungkus sampai 90 bungkus sedangkan tahu berkisar 1 sampai 2 baskom.

Di tempat yang berbeda, pedagang kaki lima Pasar Mandonga, Rosmini mengungkapkan hal yang sama.

Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng di Sultra

"Mungkin lantaran produksi tempe dan tahu masih menggunakan stok kedelai lama sehingga harganya belum naik," ungkapnya.

Rosmini juga mengatakan, harga tempe di pasar ini masih berkisar 4 bungkus Rp 5 ribu, sedangkan untuk tahu 3 potong  Rp 1.000.

"Dalam satu hari tempe bisa terjual 80 sampai 100 bungkus, kalau tahu biasanya bisa terjual 4 sampai 7 baskom," tutupnya.

Baca Juga: Klinik dan Salon Kecantikan Alana Beauty Bar Hadir di Kendari

Melansir Tempo.co, sejak beberapa hari belakangan ini terjadi kelangkaan kedelai di beberapa wilayah Indonesia. Produksi kedelai dalam negeri terus menurun, hanya mampu menyuplai 10 persen dari kebutuhan kedelai masyarakat Indonesia. Ketergantungan akan impor kedelai juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kelangkaannya. (B)

Reporter: Aris Mantobua

Editor: Haerani Hambali 

Baca Juga