Kisah Nandar, Banting Tulang Jadi Kuli hingga Jual Siomay Demi Nafkahi Keluarga

Siti Nabila, telisik indonesia
Sabtu, 25 Mei 2024
0 dilihat
Kisah Nandar, Banting Tulang Jadi Kuli hingga Jual Siomay Demi Nafkahi Keluarga
Nandar dengan senyum ramah menyambut pembeli untuk singgah beli siomay. Foto: Nabila/Telisik

" Di tengah kondisi cuaca yang kurang menguntungkan, tampak seorang penjual siomay yang sedang menyiapkan dan membersihkan dagangannya sambil menunggu para pembeli "

KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah kondisi cuaca yang kurang menguntungkan, tampak seorang penjual siomay yang sedang menyiapkan dan membersihkan dagangannya sambil menunggu para pembeli.

Berbaju hitam dan bercelana jeans tak luput dengan sendal jepit putih yang ia kenakan. Ia berjualan dengan penuh semangat dan murah senyum. Dari situlah pembeli senang untuk membeli dagangannya. Sosok itu ialah Nandar (38), seorang penjual siomay asal Konda (Konsel).

Pria asli sunda tersebut mengaku berjualan siomay sejak tahun 2017 hingga sekarang. Nandar dulunya sempat menjadi seorang kuli namun memutuskan untuk berhenti mengingat usia yang kian bertambah dan tenaga yang makin berkurang.

Baca Juga: Lansia Pedagang Ubi di Kendari Ini Tetap Jualan Meski Sepi Pembeli

Bagi mahasiswa UHO tentu tidak asing lagi dengan kehadiran beliau namun Nandar mengaku sekarang sudah jarang berjualan di dalam kampus UHO dan memilih berjualan di belakang kampus.

"Kalau kemarin saya sering menjual di pertigaan jurusan Pertanian tapi semenjak ada larangan menjual dalam kampus jadi saya bergeser. Jadinya di belakang kampus menunggu pembeli," ujar Nandar.

Nandar bercerita setiap hari ia memulai aktivitas berjualannya berangkat dari rumah setiap jam 10 dari Konda menuju Kota Kendari.

Menjadi seorang penjual siomay merupakan suatu kesyukuran bagi Nandar selama cukup untuk kebutuhan keluarga, namun selama adanya larangan menjual di kawasan kampus UHO, tentu berpengaruh pada penghasilan seorang Nandar.

"Biasa untuk penghasilannya dek kalau ramai biasa dapat 500 ribu termasuk dengan modalnya," ucap Nandar.

Baca Juga: Demi Biaya Sekolah Anak Pedagang Sayur di Kendari Ini Rela Jualan hingga Tengah Malam

Walaupun demikian, Nandar tetap kuat dan semangat mencari nafkah demi istri dan ketiga anaknya.

Salah seorang mahasiswa UHO Kendari, Adam (22) yang ternyata langganan Nandar menyayangkan adanya larangan bagi pedagang untuk menjual di dalam kampus.

"Sebenarnya selain pedagang, mahasiswa juga ikut merasakan kerugian karena tidak semua mahasiswa ada uangnya untuk makan di kantin, jadi kita butuh siomay untuk mengganjal perut," pungkasnya. (B)

Penulis: Siti Nabila

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga