Laba PT Vale Melonjak 32 Persen di 2025, Produksi Nikel Ikut Naik
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 26 Maret 2026
0 dilihat
Dua pekerja PT Vale Indonesia Tbk memantau aktivitas penambangan nikel menggunakan alat komunikasi dan peta kerja di area tambang, sebagai bagian dari pengawasan operasional di salah satu lokasi proyek perusahaan.
" PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton, naik dari 71.311 ton pada 2024, seiring penguatan operasional di tengah tekanan harga nikel global "


JAKARTA, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton, naik dari 71.311 ton pada 2024, seiring penguatan operasional di tengah tekanan harga nikel global.
Berdasarkan laporan keuangan audited yang dirilis 16 Maret 2026, peningkatan produksi tersebut turut mendorong laba bersih perseroan naik 32 persen menjadi 76,1 juta dolar AS. Pendapatan juga tumbuh 4 persen menjadi 990,2 juta dolar AS.
Dari sisi operasional, volume pengiriman nikel matte tercatat sebesar 73.093 ton, meningkat dibandingkan 72.625 ton pada tahun sebelumnya. Kinerja ini menopang EBITDA sebesar 228,2 juta dolar AS.
Meski demikian, harga realisasi rata-rata nikel matte mengalami penurunan sekitar 7 persen menjadi 12.157 dolar AS per ton. Penurunan ini dipengaruhi kondisi pasar global, namun mampu diimbangi oleh peningkatan volume penjualan dan penyesuaian payability.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Pembinaan SPBU di Sinjai, Distribusi Solar Subsidi Didorong Lebih Tertib
Secara triwulanan, produksi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 17.052 ton, turun dibandingkan triwulan sebelumnya akibat dimulainya pembangunan kembali Furnace 3 sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasi.
Selain nikel matte, PT Vale mulai memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Sepanjang 2025, total penjualan mencapai 2.316.023 wet metric ton (wmt), dengan kontribusi terbesar dari Bahodopi.
Di tengah dinamika tersebut, perseroan mampu menjaga efisiensi dengan biaya kas penjualan sebesar 9.339 dolar AS per ton, menjadi yang terendah dalam empat tahun terakhir.
Untuk mendukung pengembangan usaha, PT Vale mengalokasikan belanja modal sebesar 485,9 juta dolar AS atau meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi difokuskan pada proyek strategis dan kebutuhan sustaining capital.
Baca Juga: Jagung Kuning Primadona di Muna dan Pemkab Perluas Areal Tanam
Hingga akhir 2025, posisi kas perseroan tercatat sebesar 376,3 juta dolar AS, mencerminkan kondisi keuangan yang solid untuk menopang ekspansi.
Sepanjang tahun, perusahaan juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025 serta tekanan harga komoditas. Namun, operasional tetap dijaga dengan disiplin biaya dan fokus pada keselamatan kerja.
Ke depan, PT Vale memperkuat pengembangan proyek hilirisasi. Proyek tambang di Pomalaa telah mencapai sekitar 60 persen, sementara proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) berada di kisaran 50 persen konstruksi dan ditargetkan rampung secara mekanis pada triwulan III 2026.
Perseroan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kinerja berkelanjutan melalui tata kelola yang baik, efisiensi operasional, serta pengembangan bisnis jangka panjang. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS