Nyaris 3 Ribu Warga di Kota Kendari Terdampak Banjir, Kecamatan Poasia dan Baruga Terparah
Muhammad Israjab, telisik indonesia
Senin, 11 Mei 2026
0 dilihat
Potret banjir yang merendam rumah warga di sekitar bantaran Sungai Wanggu, Kota Kendari. Foto: Muhammad Israjab/Telisik
" Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, melaporkan ribuan warga terdampak banjir "

KENDARI, TELISIK.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, melaporkan ribuan warga terdampak banjir.
Berdasarkan data BPBD Kendari per 9-10 Mei 2026, ada 2.985 jiwa terdampak banjir dari 657 kepala keluarga (KK).
"Ada 7 kecamatan terdampak banjir, yakni Baruga, Poasia, Kambu, Kendari Barat, Wuawua, Kadia dan Abeli," kata Kepala BPBD Kendari, Cornelius Padang dalam laporannya.
Dampak banjir terparah berada di Anduonohu, Kecamatan Poasia, sebanyak 105 rumah terendam air.
Kecamatan Baruga, 2 kelurahan 176 unit rumah berada di 8 RT, ini akibat luapan air Sungai Wanggu.
Baca Juga: Sungai Wanggu Meluap, Sejumlah Rumah Warga Terendam Banjir
BPBD Kendari juga melaporkan adanya tanah longsor di Poasia, sebanyak 6 rumah terdampak.
Yakni di Jalan Kedondong, Kecamatan Poasia, wilayah tersebut dihuni sebanyak 85 KK dan 225 jiwa.
"Ada 6 rumah berada di Kecamatan Poasia, Jalan Kedondong RT 24 RW 08," kata BPBD dalam keterangannya.
Sementara, satu korban jiwa bernama Rangga (5), ditemukan terbujur kaku di pesisir laut Jalan Bung Tomo, depan Kantor Camat Kendari Barat, Minggu (10/5/2026) sekira pukul 10.00 Wita.
"Korban diduga meninggal dunia karena terbawa arus kali," kata Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran.
Baca Juga: Warga Sanua Kendari Digegerkan Penemuan Mayat Tersangkut di Batang Kayu Sungai Lasolo
Selain itu, diperkirakan 50 hektare lahan pertanian terendam banjir, akibat curah hujan tinggi dalam 2 hari.
Kepala BPBD Kendari, Cornelius mengatakan, beberapa daerah terjadi penurunan ketinggian air.
"Seperti Tunggala, Anduonohu, dan Bundaran Tank mulai surut. Kita terus pantau, berharap hujan berangsur reda," katanya. (B)
Penulis: Muhammad Israjab
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS