KENDARI, TELISIK.ID - Kehidupan yang amat keras hingga menuntutnya harus bekerja keras setiap hari, seorang wanita, Nurhidaya (59), menjalani kehidupan sehari-hari sebagai penjual sapu di pinggir jalan dekat Masjid Al Alam Kendari.
Menjadi penjual sapu telah ia jalani selama tujuh tahun yang lalu. Sebelum menjual di pinggir jalan, ia menceritakan pernah menjual sapu keliling di Kota Kendari dengan berjalan kaki sembari menjunjung sapu dalam keranjang.
Tak peduli terik matahari menyengat tubuhnya yang semakin menua itu, yang ia pikir bagaiamana agar tetap kuat menjalani keseharianya menjual sapu miliknya. Terkadang rasa sakit di pinggang seketika membuatnya tak bisa duduk berlama-lama, sehingga ia harus berbaring untuk meluruskan badan yang duduk seharian.
Baca Juga: Anak Kuli Bangunan Lulus Polisi Usai Tak Pulang Rumah Berbulan-bulan
Setiap paginya sapu-sapu yang telah diolah di malam hari itu, dipilahnya dengan rapi untuk dibawa di kantor-kantor dinas yang telah lama mengenal dirinya sejak menjadi penjual sapu keliling dahulu.
