adplus-dvertising

Liya Mawi dan Longa Wakatobi Jadi Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Boy Candra Ferniawan, telisik indonesia
Rabu, 24 Agustus 2022
500 dilihat
Liya Mawi dan Longa Wakatobi Jadi Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak
Perayaan Hari Anak Nasional dan launching program DRPPA di Wakatobi tahun 2022 Foto: Boy/Telisik

" Perempuan dan anak memiliki potensi dan peran yang besar pada pembangunan desa "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Perempuan dan anak memiliki potensi dan peran yang besar pada pembangunan desa. Untuk itu, melalui Pemda Wakatobi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong adanya kesetaraan gender, serta perlindungan hak perempuan dan anak.

Hal itu ditindaklanjuti dengan didapuknya Desa Liya Mawi Kecamatan Wangi-Wangi Selatan dan Desa Longa Kecamatan Wangi-Wangi sebagai model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) 2022.

Bupati Wakatobi, Haliana mengungkapkan, berdasarkan data BPS 2020 jumlah penduduk perempuan sebesar 49,88%  sementara anak usia  0-17 tahun sebesar 31.22?ri total penduduk di Wakatobi.


Sehingga diharapkan dapat mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam penyelenggaraan Pemda Wakatobi.

“Pada tahun 2023 sesuai target Kemen PPPA implementasi program DRPPA terlaksana di 10 desa dan kelurahan. Sementara untuk tahun 2024 target dapat dimplementasikan kepada seluruh desa,” jelas Haliana, Rabu (24/8/2022).

Baca Juga: Stunting Buton Tengah Tertinggi Kedua di Sulawesi Tenggara

Haliana berharap, adanya DRPPA, desa  kedepan dapat menjadi acuan episentrum perencanaan pembangunan yang berbasis kesetaraan gender, serta perlindungan hak perempuan dan anak terlebih di desa.

“Jangan sampai kita terlalu sibuk membangun fisik, tetapi lengah membangun mental generasi kita,” ungkap Haliana.

Baca Juga: Muna Barat Buka Kampung Cerdas

Sementara Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wakatobi, Harusa menyebutkan, program DRPPA diintegrasikan dengan progam peduli stunting.

“Hal ini merupakan pertimbangan bahwa Kabupaten Wakatobi ditetapkan sebagai pilot project gerakan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana peduli stunting,” ujar Harusa.

Perlu diketahui program DRPPA selama periode tahun 2022-2024 implementasinya dilaksanakan di beberapa provinsi di Indonesia. Untuk Sulawesi Tengara sendiri ditetapkan 2 kabupaten sebagai wilayah model, yaitu Wakatobi dan Kolaka Timur. (B)

Penulis: Boy Candra Ferniawan

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga